Wabah Berakhir, Uganda Resmi Nyatakan Bebas Ebola
JAKARTA - Uganda telah menyatakan berakhirnya wabah Ebola, dengan mengatakan negara tersebut bebas Ebola.
"Kementerian Kesehatan dengan senang hati mengumumkan bahwa Uganda secara resmi telah menyatakan berakhirnya wabah Penyakit Ebola 2026. Uganda bebas Ebola," kata Menteri Kesehatan Chris Baryomunsi kepada wartawan di ibu kota Kampala pada Selasa (28/7/2026).
Deklarasi tersebut disampaikan setelah periode pemantauan wajib selama 42 hari berakhir, menyusul pemulangan pasien Ebola terakhir. Para pejabat kesehatan mengatakan tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak Juni, ketika kasus terakhir dipulangkan dari fasilitas karantina, demikian dilansir TRT.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional pada bulan Mei.
Wabah penyakit hemoragik virus ini, yang berasal dari bagian timur Republik Demokratik Kongo, menginfeksi 20 orang dan menewaskan dua orang.
Ebola adalah penyakit virus yang parah dan sering kali fatal yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 1976. Virus ini diyakini berasal dari hewan liar, khususnya kelelawar, sebelum menyebar ke manusia.
Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah, muntah, air mani, atau bahan terkontaminasi lainnya, termasuk tempat tidur dan pakaian. Orang menjadi menular begitu gejala muncul.
Gejala meliputi demam, muntah, diare, kelemahan hebat, nyeri otot, dan, dalam kasus yang parah, pendarahan internal dan eksternal.
Wabah saat ini disebabkan oleh strain Bundibugyo, yang pertama kali diidentifikasi di Uganda pada tahun 2007, dan belum ada vaksin atau pengobatan khusus.










