Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan Pertamina Dipakai Maskapai Internasional

Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan Pertamina Dipakai Maskapai Internasional

Ekonomi | okezone | Rabu, 22 Juli 2026 - 20:10
share

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan ramah lingkungan di Indonesia. Bahan bakar ini mendukung industri penerbangan yang lebih rendah emisi.

Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto menjelaskan pengembangan SAF, mulai dari pembangunan fasilitas produksi, uji coba bersama maskapai, hingga penyiapan pasar guna mempercepat pemanfaatan bahan bakar penerbangan berkelanjutan tersebut.

"Pertamina Patra Niaga menjadi pionir di Indonesia dengan memulai pengembangan SAF sejak lima tahun lalu. Meskipun tantangan komersialnya masih besar, kami memilih memulai lebih awal, tidak menunggu pasar maupun regulasi sepenuhnya siap untuk mulai bergerak," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Bahan bakar ini telah diuji coba bersama Garuda Indonesia dan Pelita Air. Bahkan, tahun ini Pertamina Patra Niaga telah menandatangani kontrak penjualan SAF dengan salah satu maskapai internasional untuk mendukung penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bali.

Menurutnya, pengembangan SAF membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari ketersediaan bahan baku (feedstock), fasilitas produksi, pembiayaan, maskapai sebagai pengguna (offtaker), hingga dukungan regulasi. Ia mengatakan Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menyambut penerapan mandat penggunaan SAF yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027.

"Pertamina Patra Niaga terus menyiapkan seluruh ekosistemnya. Dari sisi produksi, fasilitas di Cilacap sudah siap dan tahun ini kami juga melakukan uji coba co-processing di Dumai dan Balongan. Di saat yang sama, kami membangun pasokan feedstock melalui kemitraan maupun mengembangkan sistem pengumpulan secara internal agar ketersediaannya lebih terjaga. Harapannya, ketika mandat penggunaan SAF sebesar 1 persen mulai diterapkan tahun depan, Pertamina sudah siap memenuhi kebutuhan pasar," tambah Joko.

Dalam rangkaian Indonesia Aero Summit 2026, PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga juga menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Boeing Indonesia sebagai bentuk kolaborasi untuk mendorong pengembangan ekosistem SAF di Indonesia. Kerja sama ini mencakup edukasi SAF, pemetaan potensi bahan baku, penguatan kapasitas, kajian pasar, hingga advokasi kebijakan untuk mendukung implementasi SAF.

"Penandatanganan MoU ini kami harapkan menjadi akselerasi implementasi SAF di Indonesia. Dunia sudah mulai melihat kapabilitas Pertamina dalam memproduksi SAF dan produk kami juga sudah banyak digunakan pada pesawat Boeing. Kolaborasi ini diharapkan semakin mengakselerasi ekosistem SAF di Indonesia," ujarnya.

Topik Menarik