Bolehkah Minum Susu saat Perut Kosong di Pagi Hari?
SEGELAS susu di pagi hari sering dianggap sebagai cara praktis untuk memulai hari. Minuman ini kaya akan protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas. Apakah minum susu saat perut kosong baik untuk kesehatan?
1. Bolehkah Minum Susu saat Perut Kosong di Pagi Hari?
Dilansir dari The Wellness Corner, ternyata minum susu saat perut kosong ini bisa baik ataupun tidak. Pasalnya, kondisi yang dihadapi akan tidak sama untuk setiap orang.
Bagi sebagian orang, minum susu saat perut kosong tidak menimbulkan masalah. Namun, bagi yang memiliki lambung sensitif atau intoleransi laktosa, kebiasaan ini justru dapat memicu rasa tidak nyaman, seperti perut kembung, mual, atau naiknya asam lambung.
Susu memang dapat memberikan sensasi nyaman sesaat karena membantu menetralkan asam lambung. Namun, efek ini biasanya hanya berlangsung sementara.
Setelah mulai dicerna, protein dan lemak dalam susu akan merangsang lambung memproduksi lebih banyak asam untuk membantu proses pencernaan. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu rebound acid, yaitu peningkatan produksi asam lambung setelah efek penetralan awal menghilang.
Akibatnya, beberapa orang dapat mengalami rasa panas di ulu hati, perut kembung, sendawa berlebihan, mual ringan, hingga sensasi penuh di perut. Risiko ini lebih besar pada orang yang memiliki penyakit asam lambung (GERD) atau gangguan pencernaan lainnya.
2. Mengapa Lambung Lebih Sensitif di Pagi Hari?
Saat bangun tidur, lambung telah kosong selama beberapa jam tetapi tetap memproduksi asam lambung sebagai bagian dari proses pencernaan. Ketika susu masuk ke lambung dalam kondisi kosong, tubuh harus segera bekerja mencerna kandungan protein, lemak, dan gula di dalamnya.
Pada sebagian orang, kondisi ini dapat meningkatkan produksi asam lambung. Alhasil, memicu rasa tidak nyaman.
Lantas, muncul pertanyaan lainnya soal sebaiknya minum susu dalam kondisi panas atau dingin yang lebih baik? Suhu susu juga dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan.
Susu hangat umumnya lebih mudah ditoleransi karena membantu tubuh beradaptasi secara perlahan dan terasa lebih nyaman bagi lambung. Sementara susu dingin, ini pada sebagian orang dapat memperlambat proses pencernaan atau memicu rasa tidak nyaman, meski bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa susu dingin secara langsung meningkatkan produksi asam lambung masih terbatas.
Jika kamu memiliki lambung sensitif, susu hangat bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman. Agar manfaat susu tetap diperoleh tanpa memicu gangguan pencernaan, kamu dapat menerapkan beberapa cara. Salah satunya minum susu setelah sarapan atau bersama makanan ringan.










