Melantai di BEI, Nitrasanata Dharma (JECX) Raup Dana IPO Rp609,98 Miliar
JAKARTA - PT Nitrasanata Dharma Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode saham JECX menjadi emiten ketiga yang mencatatkan saham di pasar modal pada tahun ini.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A. M. M. Hutauruk, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam proses IPO Perseroan. Melalui IPO ini, Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC dengan tetap mengedepankan semangat care with experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien serta didukung oleh pengalaman dan keahlian JEC di bidang kesehatan mata.
"Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," kata Johan dalam paparan di Main Hall BEI, Selasa (7/7/2026).
Adapun dalam Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 487.983.500 saham biasa atau sebesar 15,00 dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO, dengan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham.
Jumlah saham yang ditawarkan tersebut terdiri atas 325.322.300 saham baru atau sebesar 10,00 dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang atau sebesar 5,00 dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Melalui IPO ini, Perseroan menghimpun dana sebesar Rp609.979.375.000, yang terdiri atas Rp406.652.875.000 dari penerbitan saham baru Perseroan dan Rp203.326.500.000 dari penjualan saham divestasi. Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar Perseroan pada saat pencatatan saham perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Sepanjang masa penawaran umum, Perseroan memperoleh respons positif dari investor yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rekam jejak, posisi bisnis, serta prospek pertumbuhan JEC sebagai jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi di Indonesia. Hal tersebut tercermin dari tingkat permintaan (oversubscribed) sebesar 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.
Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan, mendukung pengembangan entitas anak, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.
Salah satu fokus utama investasi Perseroan adalah pembangunan JEC Bali Sanur di KEK Sanur, Bali, sebagai pusat medical tourism. Fasilitas tersebut dipersiapkan sebagai klinik mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital untuk menangkap peluang pertumbuhan layanan kesehatan mata yang diharapkan dapat menjaring pasien dari dalam negeri hingga mancanegara.
Sementara itu, Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek, David Agus, menyampaikan bahwa IPO Perseroan merupakan salah satu langkah penting bagi pengembangan industri layanan kesehatan di pasar modal Indonesia.
"Kami melihat IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk sebagai momentum penting bagi Perseroan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan rekam jejak JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade, jaringan fasilitas yang terus berkembang, serta strategi ekspansi yang terarah, Perseroan memiliki posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan industri layanan kesehatan mata di Indonesia," ujar David.
Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan berbasis continuum of care melalui pengembangan layanan primer, sekunder, hingga tersier. Strategi tersebut mencakup perluasan jangkauan layanan, pengembangan layanan subspesialistik, pemanfaatan teknologi medis terkini, serta transformasi digital yang terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efektivitas layanan.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, Perseroan juga terus memperhatikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, standar mutu layanan, keselamatan pasien, serta pengembangan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Perseroan telah memperoleh sertifikasi ISO 27001:2022 sebagai bagian dari pengelolaan keamanan informasi, termasuk data pasien dan data operasional. Selain itu, Perseroan tengah menjalani proses untuk memperoleh sertifikasi Joint Commission International (JCI) Enterprise, setelah sebelumnya salah satu rumah sakit milik Perseroan, yaitu RS Mata JEC Kedoya, telah memperoleh akreditasi JCI sejak 2014.
PT Nitrasanata Dharma Tbk atau yang dikenal sebagai JEC Eye Hospitals and Clinics berawal dari Klinik Mata Jakarta pada 1984 dan kemudian berkembang menjadi Jakarta Eye Center pada 1993. Kini, Perseroan hadir dengan identitas JEC Eye Hospitals & Clinics sebagai representasi transformasi menjadi jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi dengan jangkauan nasional melalui lima rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik utama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Sebagai penyedia layanan kesehatan mata dengan rekam jejak selama lebih dari 40 tahun, Perseroan menawarkan layanan komprehensif yang mencakup layanan kornea, lensa dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, layanan mata anak dan mata juling, myopia control, okuloplasti dan rekonstruksi, neuro-oftalmologi, infeksi dan imunologi mata, dry eye, trauma okuli, low vision, laboratorium, optik, serta layanan rawat inap pada fasilitas tertentu.










