Tak Peduli Konflik Valentino Rossi – Marc Marquez, Francesco Bagnaia: Kami Saling Buntu

Tak Peduli Konflik Valentino Rossi – Marc Marquez, Francesco Bagnaia: Kami Saling Buntu

Olahraga | okezone | Selasa, 7 Juli 2026 - 03:45
share

FRANCESCO Bagnaia mengaku tidak pernah peduli dengan konflik antara Valentino Rossi dan Marc Marquez. Pembalap tim Ducati Lenovo itu merasa hubungan di garasi baik-baik saja.

Rivalitas Marquez dan Rossi masih membara meski sudah satu dekade lamanya. Kekhawatiran sempat muncul ketika The Baby Alien bergabung dengan Ducati Lenovo pada 2025.

Pasalnya, Marquez akan berada satu tim dan garasi dengan Bagnaia yang notabene murid Rossi. Suasana kondusif diprediksi akan rusak imbas rivalitas tersebut.

1. Tidak Tertarik

Tapi, Bagnaia mengaku tidak pernah tertarik atau masa bodoh dengan masa lalu kedua tokoh tersebut. Ia merasa bukan bagian dari pekerjaannya untuk berkomentar soal Marquez dan Rossi.

“Sangat jelas setelah apa yang terjadi antara Marc dan Valentino, ada banyak opini mengenai relasi kami di garasi,” aku Bagnaia, mengutip dari Motosan, Selasa (7/7/2026).

“Seperti yang sudah saya katakan berulang kali, itu bukan tugas saya. Saya tidak pernah tertarik dengan hal-hal semacam itu,” tegas pria berpaspor Italia tersebut.

 

2. Terbuka untuk Mengenal

Lebih lanjut, Bagnaia mengakui, ketika Marquez datang pertama kali, ia cukup terbuka untuk bertemu serta mengenalnya lebih lanjut. Ternyata, sosok asal Spanyol itu tidak seburuk perkiraan orang-orang.

“Ketika Marc bergabung, saya benar-benar terbuka untuk bertemu dan mengenalnya lebih baik. Kami mulai menjalin hubungan yang sangat bagus sejak awal. Kami mulai bekerja dan menganalisis banyak hal bersama-sama,” terang Bagnaia.

“Saya berusaha membantu Marc ketika dia membutuhkannya, dan dia juga begitu untuk saya. Dalam banyak waktu, dia kesulitan, tetapi selalu berusaha membantu dalam cara yang positif. Marc adalah pembalap yang sangat pintar dan kami bekerja sama dengan sangat baik,” tandasnya.

Terbukti, suasana di garasi tim Ducati Lenovo tetap kondusif. Kedua pembalap bersikap profesional dan membantu tim mencapai tujuan yakni juara dunia pada MotoGP 2025.

Topik Menarik