Langkah Terhenti di Semifinal IIO 2026, Pebiliar Irsal Nasution Petik Pelajaran Berharga dari Level Dunia
JAKARTA – Perjuangan pebiliar andalan tanah air, Irsal Nasution, di ajang Indonesia International Open (IIO) 2026 harus berakhir di babak empat besar. Kendati gagal melaju ke partai puncak, pencapaian ini tetap menjadi torehan yang impresif sekaligus memberikan suntikan pengalaman kompetitif yang sangat mahal bagi perkembangan kariernya ke depan.
Dalam laga semifinal yang berlangsung sengit, ia terpaksa mengakui keunggulan wakil Filipina, Paolo Gallito, dengan skor akhir 7-10. Duel penentu tersebut digelar secara langsung di Pro Billiard Center pada Sabtu (4/7/2026).
Irsal mengatakan sangat senang dapat menjadi semifinalis Indonesia International Open (IIO) 2026. Menurutnya, turnamen-turnamen seperti ini memang dibutuhkan untuk perkembangan para atlet.
"Alhamdulillah saya satunya wakil Indonesia melaju ke semifinal antusias, pengalaman pertama juga di event ini secara keseluruhan bagus," kata Irsal, dikutip Sabtu (4/7/2026).
1. Evaluasi Kesalahan di Level Internasional
Atlet asal Jawa Barat tersebut mengakui bermain kurang maksimal dalam laga semifinal. Dia pun menegaskan akan segera berbenah agar lebih baik lagi dan performanya dapat meningkat.
"Jujur melakukan kesalahan, ini levelnya dunia. Jadi ajang ini sangat bergengsi," katanya.
Dalam turnamen yang berlangsung pada 1 - 4 Juli 2026, juaranya adalah wakil Filipina Carlo Biado. Secara total, ajang biliar kelas dunia ini diikuti oleh 128 atlet dari 21 negara dengan total hadiah USD100.000 atau setara dengan Rp1,7 miliar.
2. Komitmen POBSI Gelar Edisi Ketiga
Tahun ini menjadi edisi ketiga turnamen biliar bertaraf internasional itu akan berlangsung di Indonesia. Hal ini menunjukan komitmen POBSI terhadap perkembangan biliar tak pernah padam.










