Komentar Berkelas Marc Marquez soal Potensi Pecahkan Rekor Valentino Rossi di MotoGP

Komentar Berkelas Marc Marquez soal Potensi Pecahkan Rekor Valentino Rossi di MotoGP

Olahraga | okezone | Minggu, 5 Juli 2026 - 02:01
share

BOLOGNA – Kesepakatan kontrak baru berdurasi dua tahun bersama Ducati resmi menempatkan Marc Marquez dalam posisi yang sangat strategis untuk memecahkan rekor-rekor terbesar dalam sejarah MotoGP. Dengan performa dan motor barunya, pembalap asal Spanyol ini berpeluang besar untuk melewati pencapaian para legenda balap dunia.

Saat ini, juara bertahan tersebut hanya membutuhkan satu gelar juara dunia lagi di kelas utama untuk menyamai rekor mentereng Giacomo Agostini yang mengoleksi delapan gelar. Tak hanya itu, ia juga hanya terpaut 14 kemenangan dari rekor fantastis 89 kemenangan MotoGP milik rival bebuyutannya, Valentino Rossi.

1. Ingin Nikmati Balapan

Namun, di tengah bayang-bayang rekor besar tersebut, Marquez justru menegaskan ambisi terbesar dalam hidupnya saat ini jauh lebih sederhana dari sekadar angka-angka statistik.

"Ambisi terbesar saya adalah menikmati gairah (balapan) ini di tahun-tahun terakhir karier saya," ungkap Marquez, mengutip dari Crash, Minggu (4/7/2026).

Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

Marquez merefleksikan bagaimana dinamika dunia olahraga profesional sering kali berakhir pahit bagi sebagian orang. Menurut rider berusia 33 tahun itu, tidak sedikit atlet yang pada akhirnya menyudahi karier mereka dengan perasaan benci terhadap olahraga yang membesarkan nama mereka sendiri.

"Kadang-kadang atlet mengakhiri karier mereka dengan membenci olahraga atau hasrat mereka. Karena biasanya, di tahun-tahun terakhir, Anda bisa menderita cedera, tekanan, dan hasil yang buruk," tambahnya.

2. Bicara Kapan Pensiun

Meskipun berbicara tentang tahun-tahun terakhir, pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengklarifikasi durasi kerja samanya yang baru bersama Ducati belum tentu menjadi kontrak terakhirnya di pentas MotoGP. Ia hanya ingin memastikan kapan pun ia pensiun nanti, ia akan mengingat momen-momen tersebut dengan cara yang baik.

 

"Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi kontrak terakhir saya atau bukan, tetapi saya ingin mengingat tahun-tahun terakhir karier saya dengan cara yang menyenangkan. Namun yang pasti, saya selalu suka menjadi kompetitif dan terus menekan hingga 100 persen," sambung Marquez.

Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

Secara matematis, Marquez memang belum bisa menyamai rekor kemenangan total milik Rossi pada musim ini. Kendati demikian, peluangnya untuk menyamai total delapan gelar juara dunia kelas utama milik Agostini masih terbuka sangat lebar.

Setelah sempat melewati awal musim yang berat, termasuk harus menjalani operasi bahu lanjutan pasca-balapan di Le Mans, Marquez kini telah kembali ke jalur juara. Menjelang seri MotoGP Jerman 2026 akhir pekan depan, ia berhasil memangkas jarak dan kini hanya tertinggal 42 poin dari sang pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin (Aprilia Racing).

Topik Menarik