Gandeng Kemenkes, Kemhan Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian 5 Calon Kopdes saat Latsarmil
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyelidiki meninggalnya lima calon manajer koperasi desa (kopdes) saat menjalani latihan dasar militer (Latsarmil). Kedua kementerian telah membentuk tim pencari fakta untuk menjalankan investigasi tersebut.
"Kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kemhan dan Kemenkes. Kami sudah bentuk," ujar Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/7/2026).
Donny menyatakan, pihaknya akan langsung menginvestigasi gugurnya lima calon manajer koperasi desa.
"Kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," kata Donny.
"Termasuk juga yang kejadian di Halim terkait dengan paru-paru, ini juga karena ada penularan di sana, ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kemenkes," tambahnya.
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Lebih lanjut, Donny berkata, penyebab meninggalnya lima manajer koperasi desa ini berbeda-beda. Salah satunya, kata dia, ada perubahan pola hidup dari semula sipil menjadi militer.
"Pertama adalah karena kelelahan, ya, kemudian juga perubahan pola hidup ya, yang tadinya mungkin kehidupan sipil, masuk kehidupan ya di barak dan sebagainya yang mana semuanya harus disiplin nah itu mungkin juga mengagetkan juga. Selain juga faktor cuaca juga," ucap Donny.
Selain itu, ia berkata, meninggalnya calon manajer koperasi desa akibat penyakit bawaan. Menurutnya, penyakit bawaan ini sudah terdeteksi saat awal pelatihan, tetapi masih dalam kadar aman.
"Nah ini yang menyebabkan beberapa dari mereka tidak semuanya, sebetulnya banyak juga yang kondisi kesehatannya tidak baik-baik semuanya, tapi hanya beberapa ini saja karena mungkin ada kasus-kasus tertentu ya kejadian yang tadi itu mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia," tutur Donny.
Faktor lainnya, kata Donny, akibat paru-paru. Ia berkata ada 2 dari 5 korban yang meninggal akibat paru-paru.
"Yang paru-paru semuanya ada di Jakarta, di Satdik di Halim, tapi yang lainnya yang di Baturaja, yang di Balikpapan dan yang di Singkawang itu terkait dengan penyakit jantung. Itu penyebab itu yang kami sampaikan kepada Anggota Komisi I DPR RI," pungkas Donny.










