Sering Mual Setelah Berhubungan Seks? Bisa Jadi karena Salah Posisi
JAKARTA - Mual setelah berhubungan seks memang bukan keluhan yang umum, tetapi kondisi ini bisa dialami sebagian orang. Jika hanya terjadi sesekali, umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bila keluhan muncul berulang kali, sebaiknya jangan diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu.
Pakar kesehatan seksual wanita, Dr. Sherry Ross, menjelaskan bahwa mual setelah berhubungan intim dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari masalah fisik hingga kondisi psikologis. Karena itu, penting untuk mencari penyebabnya apabila keluhan terus berulang.
"Jika mual terus terjadi setelah berhubungan seks, konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani dengan tepat," ujar Dr. Ross, dikutip dari Prevention.
Berikut beberapa penyebab mual setelah berhubungan seks yang perlu diketahui.
1. Posisi Berhubungan Intim
Unpad Terima 3.196 Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Simak Jadwal Daftar Ulang dan Unggah Dokumen
Posisi tertentu yang menyebabkan penetrasi terlalu dalam atau dilakukan secara agresif dapat memicu rasa nyeri hingga mual. Selain itu, perubahan posisi secara tiba-tiba atau posisi yang membuat tubuh kehilangan keseimbangan juga dapat menimbulkan sensasi pusing dan mual.
Dr. Ross menyarankan pasangan memilih posisi yang lebih nyaman dan tidak memaksakan penetrasi terlalu dalam. Komunikasi dengan pasangan juga menjadi kunci agar aktivitas seksual tetap nyaman bagi kedua belah pihak.
2. Respons Vasovagal
Mual juga dapat dipicu oleh respons vasovagal, yaitu ketika saraf vagus mendapat rangsangan berlebihan selama aktivitas seksual. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan darah menurun sehingga memicu pusing, mual, bahkan pingsan.
Menurut konselor kesehatan mental Chelsie Reed, stres dan kecemasan juga dapat memicu respons tersebut. Teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dan mindfulness dapat membantu menguranginya.
3. Foreplay yang Kurang
Foreplay bukan sekadar meningkatkan gairah, tetapi juga membantu tubuh mempersiapkan diri untuk berhubungan intim.
Saat foreplay berlangsung, tubuh secara alami mengalihkan fokus dari sistem pencernaan ke respons seksual. Jika tahapan ini terlalu singkat atau dilewatkan, sebagian orang bisa mengalami ketidaknyamanan pada saluran cerna yang berujung mual.
4. Penyakit Radang Panggul (PID)
Infeksi menular seksual atau Pelvic Inflammatory Disease (PID) juga dapat menyebabkan nyeri dan mual selama maupun setelah berhubungan seks.
Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti demam, menggigil, nyeri perut bawah, hingga keputihan yang tidak normal. Jika mengalami keluhan tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
5. Endometriosis
Wanita dengan endometriosis juga berisiko mengalami mual setelah berhubungan intim. Selain mual, kondisi ini biasanya disertai nyeri haid berat, nyeri saat berhubungan seksual, gangguan kesuburan, hingga gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit.
6. Aroma yang Terlalu Menyengat
Penggunaan parfum, pelumas beraroma, lilin aromaterapi, atau makanan tertentu sebagai bagian dari aktivitas seksual ternyata juga bisa menjadi pemicu mual pada sebagian orang yang sensitif terhadap bau tertentu.
7. Trauma Seksual
Pengalaman traumatis, kecemasan, atau depresi dapat memengaruhi respons tubuh saat berhubungan intim.
Dr. Ross menyebut terapi bersama tenaga profesional menjadi langkah penting bagi penyintas trauma seksual agar dapat memulihkan kondisi emosional sekaligus mengurangi gejala yang muncul saat berhubungan intim.
8. Gangguan Keengganan Seksual
Gangguan ini ditandai dengan munculnya rasa takut atau cemas berlebihan terhadap aktivitas seksual. Selain mual, penderita juga bisa mengalami telapak tangan berkeringat, jantung berdebar, napas cepat, hingga keinginan kuat untuk menghindari hubungan intim.
Jika kondisi tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari, terapi psikologis dapat menjadi pilihan penanganan.
9. Asam Lambung Naik
Penderita refluks asam lambung (GERD) juga berpotensi mengalami mual setelah berhubungan seks, terutama jika aktivitas seksual dilakukan tidak lama setelah makan.
Gejala biasanya lebih mudah muncul saat berbaring telentang karena asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Apakah Mual Setelah Berhubungan Seks Bisa Menjadi Tanda Kehamilan?
Mual memang merupakan salah satu gejala awal kehamilan. Namun, mual yang muncul setelah berhubungan seks belum tentu menandakan seseorang sedang hamil.
Jika mual disertai keterlambatan menstruasi atau muncul gejala kehamilan lainnya, tidak ada salahnya melakukan tes kehamilan. Perlu diingat, morning sickness umumnya baru muncul beberapa minggu setelah proses pembuahan terjadi.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mual hanya terjadi sekali atau sangat jarang, umumnya kondisi tersebut tidak berbahaya. Namun, apabila keluhan muncul setiap kali atau sering setelah berhubungan seks, disertai nyeri hebat, perdarahan, demam, atau gejala lain yang mengganggu, segera konsultasikan ke dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan yang mendasari sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai penyebabnya.









