Cuci Piring Pakai Spons Rusak, Mikroplastik Bisa Menempel di Makanan dan Masuk Tubuh

Cuci Piring Pakai Spons Rusak, Mikroplastik Bisa Menempel di Makanan dan Masuk Tubuh

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:45
share

JAKARTA, iNews.id - Spons cuci piring menjadi perlengkapan dapur yang hampir selalu digunakan setiap hari. Namun, di balik fungsinya membersihkan peralatan makan, spons ternyata berpotensi melepaskan jutaan partikel mikroplastik yang dapat menempel pada piring hingga masuk ke dalam makanan.

Fakta tersebut diungkap influencer sekaligus praktisi bisnis lingkungan, Bang Sap, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan spons cuci piring hingga kondisinya rusak.

"Tiap kali digosok, spons ini melepas partikel plastik super kecil yang ikut nempel ke piring dan masuk ke makananmu,” kata Bang Sap, dikutip Kamis (25/6/2026).

Dia menjelaskan, spons cuci piring umumnya terbuat dari busa poliuretan. Material tersebut akan terus mengalami gesekan saat digunakan sehingga perlahan melepaskan serpihan-serpihan halus yang dikenal sebagai mikroplastik.

“Mata kita memang nggak bisa lihat, tapi jumlahnya nggak sedikit. Dan makin lama dipakai, makin parah,” ujarnya.

Menurut Bang Sap, risiko pelepasan mikroplastik meningkat ketika spons sudah mulai aus, kasar, atau hancur di bagian tepinya. Kondisi itu membuat lebih banyak partikel plastik terlepas dan berpotensi menempel pada peralatan makan yang telah dicuci.

“Spons yang udah mulai rusak, kasar, atau hancur di pinggirnya, justru ngerontokin lebih banyak partikel. Jadi, spons butut yang kamu pakai berbulan-bulan demi hemat itu sebenarnya paling banyak ngasih bahaya buat tubuhmu sendiri,” katanya.

Dia juga menyinggung hasil studi yang dirilis pada 2026. Penelitian tersebut menemukan jutaan rumah tangga menghasilkan ratusan ton mikroplastik setiap tahun hanya dari aktivitas mencuci piring menggunakan spons berbahan sintetis.

"Studi tahun 2026 dari Universitas Bonn menemukan jutaan rumah tangga melepaskan ratusan ton mikroplastik per tahun cuma dari nyuci piring doang. Dan partikel ini udah ditemukan di darah, di usus, bahkan di plasenta manusia. Ngeri kali,” ucap dia.

Temuan itu semakin memperkuat kekhawatiran para peneliti mengenai paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia. Meski dampak jangka panjangnya masih terus diteliti, keberadaan mikroplastik di berbagai organ tubuh menunjukkan paparan tersebut sudah terjadi secara luas.

Sebab itu, Bang Sap mengimbau masyarakat mengganti spons cuci piring secara berkala dan tidak menunggu hingga kondisinya rusak parah. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mengurangi potensi paparan mikroplastik dari aktivitas sehari-hari di dapur.

“Pokoknya, jangan pakai satu spons sampai butut. Begitu rusak, ganti. Sayangi dompet iya, tapi sayangi juga tubuhmu. Karena bersih itu nggak cukup dilihat dari mata. Yang kelihatan mengkilap belum tentu bebas dari yang nggak kelihatan,” katanya.

Topik Menarik