Lawan Tawuran dan Bullying, Wali Kota Jakpus Kumpulkan Ribuan Anggota Jumtek PMR
JAKARTA - Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, membuka acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan Temu Karya di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang didukung oleh MNC Peduli ini menjadi ajang pertemuan akbar bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI).
Arifin mengatakan pentingnya pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai benteng bagi generasi muda untuk mengalihkan energi para pelajar ke arah yang lebih positif, mengingat maraknya isu kenakalan remaja di Ibu Kota.
"Mudah-mudahan dengan aktivitas kegiatan yang positif ini, hal-hal yang menjadi negatif dari berbagai aktivitas anak-anak sekolah di Jakarta Pusat bisa berkurang. Ya apalagi yang berkaitan tawuran, perundungan, pembulian, dan sebagainya," ujar Arifin di sela-sela kegiatan Jumbara dan Temu Karya PMR.
Dia menjelaskan, bahwa PMR menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini, mulai dari tingkat SD (Mula), SMP (Madya), hingga SMA (Wira). Fokus utamanya yakni membangun karakter yang peduli terhadap sesama.
"Kita tahu bahwa PMR itu lebih mengedepankan tentang bagaimana kegotongroyongan. Kemudian juga bagaimana dia memberikan satu kerelaan untuk menolong orang lain," tuturnya.
Acara tersebut diikuti oleh 1.725 peserta dan berlangsung selama tiga hari ini. Arifin pun memberikan apresiasi karena kegiatan besar tersebut tidak membebankan biaya kepada para siswa, sehingga semua kalangan bisa ikut serta.
"Saya senang bersyukur bahwa kegiatan ini tidak memungut biaya apa pun kepada peserta. Semua difasilitasi dengan baik. Nah ini memberikan ruang yang sama, kesempatan yang sama buat anak-anak kita, baik yang mampu maupun tidak mampu untuk mendapatkan satu manfaat dari kegiatan Jumbara ini," jelas Arifin.
Lebih lanjut, Arifin berpesan kepada seluruh relawan muda agar menjadikan ajang ini sebagai tempat menjalin persaudaraan, bukan sekadar kompetisi fisik atau ketangkasan semata.
"Tadi saya sudah katakan harus gembira, penuh sukacita, rasa senang, bahagia, karena mereka akan bertemu dengan teman-teman baru dalam waktu tiga hari. Prestasi yang ditampilkan itu adalah bagian dari sebuah kompetisi, tetapi tujuan utamanya adalah kebersamaan," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan ujian keterampilan dan workshop untuk anggota PMR dan relawan, dilanjutkan upacara pembukaan yang berlangsung meriah.
Selain upacara pembukaan, hari pertama juga diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya Lomba Tandu Darurat untuk menguji kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban.










