Dokter Ungkap Manfaat Bekam, Redakan Nyeri hingga Relaksasi Otot

Dokter Ungkap Manfaat Bekam, Redakan Nyeri hingga Relaksasi Otot

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 11 Juni 2026 - 20:00
share

JAKARTA - Terapi bekam masih menjadi salah satu metode pengobatan komplementer yang cukup populer di masyarakat. Ternyata terapi ini terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, Adam Prabata membagikan penjelasan mengenai cara kerja bekam di tubuh serta manfaat kesehatan yang bisa diperoleh. Ia menjelaskan, bekam merupakan teknik pengobatan komplementer yang dilakukan dengan menggunakan cangkir khusus untuk menciptakan tekanan negatif pada kulit.

Metode ini bekerja dengan menarik jaringan kulit, lemak, hingga otot ke dalam cangkir dan telah digunakan secara turun-temurun di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Izin menjelaskan mengenai bekam!” tulis Adam melalui akun media sosial X.

Menurut dr. Adam, ada beberapa mekanisme yang terjadi di dalam tubuh saat seseorang menjalani terapi bekam. Salah satunya adalah peningkatan aliran darah lokal yang disertai pelebaran pembuluh darah kapiler.

Selain itu, bekam juga dapat membantu mengurangi kekakuan jaringan dan meningkatkan mobilitas jaringan di area yang mendapatkan terapi. Berkat mekanisme tersebut, terapi bekam diyakini memiliki sejumlah manfaat kesehatan.

Dokter Adam menjelaskan, bekam dapat membantu menurunkan nyeri punggung dan leher. Apalagi pada kasus nyeri kronis yang berlangsung dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, terapi bekam juga dapat membantu relaksasi otot dan mendukung proses pengaturan inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Namun dr. Adam mengingatkan bahwa bekam bukanlah pengobatan utama yang dapat menggantikan terapi medis.

Efektivitas bekam saat ini masih berada pada tingkat rendah hingga sedang, sehingga manfaat jangka panjangnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. “Namun perlu dicatat bahwa kualitas bukti ilmiah bekam hingga saat ini masih terhitung rendah-sedang, dan sifatnya adalah pengobatan tambahan, bukan pengobatan utama apalagi tunggal,” ucapnya.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat tetap menjadikan bekam sebagai terapi pendamping. Ia juga mengimbau masyrakat tidak mengabaikan pengobatan medis yang direkomendasikan dokter.

Topik Menarik