SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Target Onstream Akhir 2029

SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Target Onstream Akhir 2029

Ekonomi | okezone | Kamis, 11 Juni 2026 - 14:54
share

JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia (SAKA), perusahaan hulu migas bagian dari Subholding Gas Pertamina menyatakan, persetujuan rencana pengembangan (plan of development/POD) Lapangan Ronggolawe PHE-7, Blok Pangkah, dari SKK Migas akan mendukung strategi peningkatan produksi perusahaan. Lapangan ini direncanakan mulai berproduksi (onstream) pada akhir tahun 2029.

“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan,” kata Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA Fuji Koesumadewi dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Persetujuan POD tersebut didukung oleh hasil analisis yang komprehensif dari sumur RGL-3, sehingga memberikan dasar teknis yang kuat dalam penyusunan rencana pengembangan lapangan. 

Sebelumnya, pada tahun 2025 SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe sebagai tindak lanjut atas keberhasilan penemuan hidrokarbon pada sumur eksplorasi RGL-1 pada tahun 2012, yang kemudian dikonfirmasi melalui kegiatan appraisal sumur RGL-3 pada tahun 2024 di WK Pangkah.

"Pengembangan lapangan ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi produksi hingga mencapai 5.126 barrel minyak per hari (BOPD) pada masa puncak produksinya," katanya.

Secara keseluruhan, lapangan ini diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 10 juta barel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga berakhirnya masa kontrak kerja sama, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional.

Keberadaan hidrokarbon pada Struktur Ronggolawe teridentifikasi pada lapisan CD Carbonate. Potensi tersebut dibuktikan melalui serangkaian evaluasi teknis, meliputi uji kandung lapisan (Drill Stem Test), pengujian tekanan reservoir, serta pengambilan dan analisis sampel fluida. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan potensi lapangan yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dalam rencana pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 yang telah disetujui, akan dilakukan pengeboran empat sumur pengembangan yang selanjutnya dihubungkan dengan fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut.

 

Pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 merupakan strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi WMO. 

Hal ini sejalan dengan upaya SAKA dalam mengoptimalkan produksi di WK Pangkah sekaligus mempercepat monetisasi temuan eksplorasi menjadi lapangan yang berproduksi. 

“Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” tambah Fuji.

Dengan dukungan dari pemangku kepentingan dan mitra kerja, pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan produksi migas Perusahaan serta nasional. 

Lebih dari itu, SAKA berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pengembangan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Topik Menarik