Jelang Muktamar ke-35, Eks Ketum PMII Gus Hery Sowan ke Sahabat Gus Dur Kiai Manarul

Jelang Muktamar ke-35, Eks Ketum PMII Gus Hery Sowan ke Sahabat Gus Dur Kiai Manarul

Nasional | okezone | Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:42
share

JAKARTA  – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, sejumlah tokoh mulai mencalonkan diri maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Salah satunya  Gus Hery Haryanto Azumi.

Tokoh sepuh Nahdlatul Ulama, Kiai Manarul Hidayat, memberikan restu dan dukungan moral kepada Gus Hery Haryanto Azumi untuk berkhidmat lebih luas dalam kepemimpinan PBNU.

"Saya sangat senang menerima para kader Nahdlatul Ulama yang memiliki kualitas keilmuan, integritas, dan kepedulian terhadap organisasi,’’ ujar Kiai Manarul saat menerima kunjungan silaturahim Gus Hery Haryanto Azumi, di Pondok Pesantren Almanar Azhari, Depok, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026).

‘’Mereka sesungguhnya adalah para kiai dalam makna substantif, yakni memiliki ilmu, akhlak, dan pengabdian. NU membutuhkan kader-kader seperti ini untuk menjaga dan membesarkan organisasi," lanjutnya.

Pengasuh Pesantren Almanar Azhari yang dikenal dekat dengan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ini mengatakan, organisasi sebesar NU tidak boleh kehilangan kesinambungan kaderisasi.

"Para kader intelektual NU yang memiliki kapasitas, kapabilitas, rekam jejak organisasi, dan rasa takdzim kepada para ulama tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk ikut mengurus dan memimpin NU," tegasnya.

Kiai Manarul juga mengingatkan pentingnya menjaga NU sebagai rumah besar yang terbuka bagi seluruh warga nahdliyin tanpa membedakan latar belakang kelompok, generasi, maupun afiliasi organisasi.

Mengingat keterlibatannya dalam membantu proses pembangunan Gedung PBNU pada masa kepemimpinan Gus Dur, ia menegaskan bahwa gedung tersebut dibangun dari semangat pengabdian kepada jam'iyah dan umat sehingga harus menjadi milik bersama seluruh warga NU.

"Ketika Gus Dur memberikan amanah kepada saya untuk ikut membantu mewujudkan pembangunan Gedung NU, spirit yang kami pegang sangat jelas: gedung itu dibangun dari semangat pengabdian kepada jam'iyah dan umat. Karena itu, Gedung NU sejatinya adalah milik seluruh warga nahdliyin," pungkasnya.

Sementara itu, Gus Hery Haryanto Azumi menyampaikan rasa syukur atas sambutan, nasihat, dan doa yang diberikan KH. Manarul Hidayat.

 

Mantan Ketua Umum PB PMII ini menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum berharga untuk memperoleh pandangan dan arahan dari salah satu tokoh sepuh NU yang memiliki jejak pengabdian panjang dalam organisasi.

"Bagi saya, silaturahim ini merupakan kehormatan yang sangat besar. Kiai Manarul adalah salah satu tokoh sepuh NU yang memiliki jejak pengabdian panjang, dekat dengan Gus Dur, dan memberikan kontribusi penting dalam perjalanan organisasi. Saya bersyukur mendapatkan nasihat, doa, dan restu beliau," ujar Gus Hery.

Menurutnya, dukungan dan harapan para ulama harus dimaknai sebagai amanah untuk terus berkhidmat kepada NU, umat, bangsa, dan negara dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab.

Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama dan komitmen menjaga persatuan warga Nahdlatul Ulama menjelang Muktamar ke-35.

Sejumlah peserta yang hadir menilai silaturahim itu bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan menjadi sinyal kuat pentingnya menghadirkan kepemimpinan PBNU yang lahir dari tradisi kaderisasi, memiliki kapasitas intelektual, serta mampu menjaga NU sebagai pilar keislaman dan kebangsaan Indonesia.

Topik Menarik