Rupiah Tembus Rp18.000, Mensesneg: Banyak Faktor Pengaruhi Pergerakan

Rupiah Tembus Rp18.000, Mensesneg: Banyak Faktor Pengaruhi Pergerakan

Ekonomi | okezone | Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:11
share

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai pergerakan nilai tukar rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Adapun rupiah saat ini sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS.

“Naiknya nilai tukar rupiah itu kan tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, variabelnya juga banyak,” tegas Prasetyo kepada awak media usai menghadiri pertemuan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (6/6/2026) pagi.

Prasetyo memastikan bahwa komunikasi intens juga terus dilakukan dengan para pemangku kebijakan, baik dengan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, maupun DPR RI.

“Ya kan, bukan berarti kalau kemudian komunikasi intens terus belum menghasilkan seperti yang kita harapkan, kemudian kita tidak ada komunikasi. Kan tidak begitu juga. Ini semua bagian dari upaya,” ujarnya.

Prasetyo menjelaskan bahwa sejumlah faktor turut memengaruhi kekuatan mata uang Indonesia.

“Termasuk yang tadi saya sampaikan, itu juga bagian yang memengaruhi. Kemandirian kita secara ekonomi juga memengaruhi kekuatan mata uang kita,” ujarnya.

Selain itu, kata Prasetyo, ketergantungan terhadap impor di sejumlah sektor masih menjadi tantangan yang turut memengaruhi stabilitas nilai tukar. Karena itu, menurutnya, penguatan rupiah tidak dapat dilakukan melalui satu kebijakan saja.

“Ada beberapa yang masih ketergantungan impor, itu juga akan memengaruhi. Makanya ini tidak bisa berdiri sendiri,” katanya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara otoritas moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kerja sama yang erat dinilai menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi nilai tukar rupiah.

“Nah, sehingga yang dibutuhkan sekarang tentu kerja sama, apalagi otoritas yang berkaitan dengan masalah ekonomi, baik moneter maupun fiskal,” pungkasnya.

Topik Menarik