Bolehkah Anak Makan Jeroan? Ini Batas Amannya

Bolehkah Anak Makan Jeroan? Ini Batas Amannya

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:05
share

BANYAK orangtua bertanya-tanya, apakah jeroan aman untuk dimakan oleh anak-anak? Pasalnya, bagian pada jeroan, seperti hati, dikenal kaya akan nutrisi.

Namun, ada juga kekhawatiran akan kelebihan vitamin dari jeroan. Apalagi, untuk orang dewasa, mengonsumsi jeroan seringkali menimbulkan penyakit. Lantas, seperti apa penjelasannya?

1. Bolehkah Anak Makan Jeroan?

Dilansir dari We Are Chief, Sabtu (6/6/2026), kekhawatiran utama terhadap konsumsi jeroan seperti hati berasal dari kandungan vitamin A. Vitamin A dalam bentuk aktif yang terdapat pada hati sangat mudah diserap tubuh.

Jika dikonsumsi terlalu banyak, terutama pada anak kecil, hal ini bisa meningkatkan risiko kelebihan vitamin A. Namun, dalam porsi kecil dan tidak sering, hati justru aman dan memberikan banyak manfaat kesehatan.

Hati merupakan sumber nutrisi yang sangat kaya. Hati mengandung zat besi yang dapat mendukung perkembangan otak dan mencegah anemia

Kemudian, ada juga kandungan vitamin B12 untuk sistem saraf dan energi tubuh, Vitamin A untuk penglihatan dan daya tahan tubuh, hingga kolin, seng, dan tembaga untuk pertumbuhan dan fungsi otak. Karena itu, hati sering disebut sebagai multivitamin alami dari makanan.

 

2. Berapa Batas Aman Anak Makan Jeroan?

Jeroan seperti hati dapat diperkenalkan sejak bayi berusia sekitar 6 bulan, yaitu saat mulai MPASI. Pada usia ini, kebutuhan zat besi bayi sangat tinggi sehingga makanan kaya zat besi seperti hati bisa membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

Namun, orangtua perlu memastikan tekstur makanan yang diberikan. Makanan harus disajikan dengan aman dan dalam tekstur yang sesuai, misalnya dihaluskan.

Porsi anak untuk memakan hati pun harus diperhatikan. Karena kandungan nutrisinya sangat pekat, porsinya harus dibatasi.

Untuk bayi usia 6 hingga 12 bulan, porsinya hanya 1 hingga 2 sendok teh setiap 1 hingga 2 kali per minggu. Lalu, untuk anak lebih besar, porsinya sekitar 20 hingga 30 gram, 1 kali per minggu. Hati sebaiknya hanya menjadi pelengkap, bukan makanan utama harian.

Topik Menarik