Belasan Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Luwu Utara dan Kutai Barat
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau bencana banjir yang melanda Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang terjadi pada Rabu (13/5/2026) lalu. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara masih memberlakukan status tanggap darurat hingga Selasa, 16 Juni 2026 mendatang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa belasan ribu jiwa terdampak akibat banjir tersebut. Ia menyebut, sampai saat ini banjir belum surut dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terjadi di wilayah terdampak.
"Bencana ini berdampak pada 3.685 kepala keluarga atau 13.114 jiwa. Sebanyak 14 jiwa masih mengungsi dan 3.685 unit rumah terdampak," kata Abdul dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
Lebih rinci ia menyampaikan, wilayah terdampak di Kecamatan Baebunta Selatan, yakni Desa Beringin Jaya, Lembang-Lembang, Polewali dan Mekarsari Jaya di Kecamatan Baebunta Selatan. Sementara wilayah yang terdampak di Kecamatan Malangke Barat, yakni Desa Pombakka, Limbang Wara, Waelawi, Cenning dan Wara di Kecamatan Malangke Barat.
Lanjut Abdul, di Kecamatan Malangke Desa yang terdampak yaitu, Desa Tolada, Pattimang, Pettalandung, Putemata, Tingkara, Ladongi, Salekoe, Malangke, Pince Pute, Benteng, Takkalala, Tokke, Tandung dan Girikusuma. Selanjutnya, Desa Baloli di Kecamatan Baebunta; Desa Ujung Mattajang di Kecamatan Mappedeceng; Desa Pongko dan Batangtongka di Kecamatan Bone-Bone; serta Desa Bungadidi di Kecamatan Tanalili.
Ia menambahkan, banjir yang berdampak pada belasan ribu jiwa juga terjadi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
"Banjir di Kabupaten Kutai Barat yang terjadi pada Senin (18/05) lalu, berdampak pada 4.748 kepala keluarga atau 15.258 jiwa dan 3.116 unit rumah terdampak," ucap dia.
Wilayah terdampak meliputi Kampung Muara Beloan di Kecamatan Muara Pahu dan sejumlah wilayah lainnya di Kecamatan Damai, lalu Long Iram, Melak serta Penyinggahan.
Kondisi banjir telah surut di empat kecamatan, namun genangan masih terjadi di Kampung Muara Beloan akibat banjir kiriman dari Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu dengan tinggi muka air mencapai 200 sentimeter.










