Upaya Pembunuhan Soekarno saat Sholat Idul Adha, Sosoknya Terlihat Jadi Dua saat Hendak Ditembak
JAKARTA - Presiden pertama RI Soekarno pernah nyaris tewas saat menjalankan Sholat Idul Adha, pada 14 Mei pada 1962. Saat itu, Bung Karno melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Baiturahim.
Namun saat sholat memasuki memasuki rakaat kedua hal mengejutkan terjadi. Seketika ada salah satu jamaah di belakang shaf sang Bung Karno yang melakukan penembakan.
Sanusi Firkat, simpatisan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) melepaskan sejumlah tembakan dari jarak 5-6 meter dari belakang.
Melansir buku ‘Sukarno, Tentara, PKI: Segitiga Kekuasaan Sebelum Prahara Politik 1961-1965’, Selasa (26/5/2026), beruntung tembakan Sanusi dari empat shaf di belakang Soekarno meleset.
Namun, peluru mengenai bahu imam Sholat Idul Adha Id yang juga Ketua DPR kala itu, Zainul Arifin. Selain itu, empat jamaah lainnya juga terluka, yakni Ketua Nahdlatul Ulama pada saat itu, KH Idham Chalid, Pengawal Presiden Ipda Darjat, Pengawal Presiden Brigadir Susilo dan pegawai istana M Noer.
Komandan Detasemen Kawal Pribadi Presiden, Mangil Martowidjojo dengan sigap langsung menyergap pelaku. Ia kebetulan memilih untuk tak menunaikan sholat Idul Adha saat kejadian.
Seiring waktu berlalu, Sanusi mengungkapkan hal mengejutkan saat dirinya akan mengeksekusi Bung Karno. Menurutnya, tembakannya meleset karena saat membidik, ia melihat sosok Putra sang Fajar itu menjadi dua.
Hal tersebut membuatnya gagal memfokuskan arah tembakan. Sanusi pun divonis mati atas upaya pembunuhan yang dilakukan terhadap Soekarno.
Dalam perkembangannya, muncul tersangka baru yang merupakan seorang kiai dari Bogor, H. Moh. Bachrum yang dituduh sebagai otak penembakan itu.
Namun, Kiai Bachrum akhirnya mendapat grasi dan menghirup udara bebas. Meski, dirinya diseret ke bui di RTM (Rumah Tahanan Militer) dan ke Rutan Salemba.










