Mauricio Souza Ungkap Penyebab Persija Jakarta Gagal Juara Super League 2025-2026
PELATIH Persija Jakarta, Mauricio Souza, kecewa gagal juara Super League 2025-2026. Ia menyoroti masalah inkonsistensi terutama saat tampil di kandang sendiri.
Persija menyudahi musim ini di posisi ketiga klasemen akhir Super League 2025-2026. Macan Kemayoran finis dengan koleksi 71 poin dari 22 kemenangan, lima kali imbang, dan tujuh kekalahan.
1. Kandang
Souza menilai Persija sudah tampil baik saat laga tandang. Namun sayangnya, mereka masih belum konsisten ketika bermain di kandang.
"Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi," kata Souza dikutip dari laman resmi Persija, Rabu (27/5/2026).
"Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar di kompetisi, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang,” sambung pria asal Brasil itu.
Secara statistik, perkataan Souza memang benar adanya. Persija berhasil mengemas 11 kemenangan kandang dan tandang. Tetapi, sejumlah hasil pertandingan di depan Jakmania justru menjadi batu sandungan.
2. Hilang 11 Poin
Tercatat, ada empat laga yang berakhir imbang, serta dua kekalahan ketika bermain di kandang. Sementara, laga tandang mampu dimaksimalkan dengan 11 kemenangan dan satu kali imbang.
"Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekira 11 poin. Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami,” tegas Souza.
Terlepas dari itu, Souza tetap mengapresiasi perjuangan para pemain sepanjang musim. Di bawah arahannya, Persija mampu mencatatkan salah satu musim terbaik setidaknya dalam satu dekade terakhir.
Persija sukses membukukan rekor poin tertinggi klub sejak era Liga 1 dengan torehan 71 poin. Catatan mereka hanya kalah dari dua tim papan atas musim ini yaitu Persib Bandung dan Borneo FC yang sama-sama mengemas 79 angka.










