Komentar Berkelas Nadeo Argawinata Usai Borneo FC Gagal Juara Super League 2025-2026
SAMARINDA – Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata jelas merasa kecewa karena timnya gagal juara Super League 2025-2026 meski memiliki jumlah poin yang sama dengan sang juara, Persib Bandung. Kendati demikian, Nadeo tetap memuji performa dan perjuangan Borneo yang tampil luar biasa di musim ini.
Ya, skuad berjuluk Pesut Etam tersebut terpaksa menyandang status runner-up lantaran kalah dalam regulasi head-to-head dari Persib Bandung, meskipun kedua tim mengoleksi poin akhir yang sama kuat, yakni 79 poin.
Kepastian ini didapat di pekan ke-34 Super League 2025-2026, di mana kemenangan fantastis Borneo FC dengan skor telak 7-1 atas Malut United FC di Stadion Segiri terasa hambar karena di pertandingan lain Persib berhasil mengamankan poin penuh untuk mengunci takhta juara. Kendati demikian, Nadeo Argawinata enggan larut dalam kesedihan dan justru menyuarakan rasa bangganya terhadap performa tim.
1. Pujian untuk Borneo FC
Bagi Nadeo, kualitas sejati sebuah tim tidak hanya diukur dari satu pertandingan penutup, melainkan dari konsistensi yang ditunjukkan sepanjang bergulirnya kompetisi. Mantan kiper Bali United ini menilai catatan rekor dan performa luar biasa yang diukir Pesut Etam sepanjang musim sudah menjadi bukti sahih kehebatan mereka.
“Secara statistik, secara rekor yang sudah kita capai, secara kemenangan yang sudah kita capai, siapapun pemain yang ada di dalam Best Eleven dan sebagainya dan sebagainya,” ujar Nadeo, mengutip dari laman resmi I League, Senin (25/5/2026).
Nadeo juga menambahkan bahwa dominasi timnya musim ini sudah menjadi rahasia umum di pencinta sepak bola Tanah Air.
"Saya rasa seluruh Indonesia juga tahu kalau Borneo FC di tahun ini sangat superior dan pantas untuk mendapatkan gelar juara,” tambahnya.
2. Modal Berharga Menatap Musim Depan
Apa yang dikatakan Nadeo memang bukan isapan jempol belaka. Jika menilik statistik performa, Borneo FC tampil sangat mengerikan sepanjang musim 2025-2026. Mereka sukses menasbihkan diri sebagai klub paling produktif di liga dengan gelontoran 74 gol.
Tidak hanya itu, Pesut Etam juga menjadi tim dengan koleksi jumlah kemenangan terbanyak di antara kontestan lainnya, ditambah keberhasilan mereka menciptakan rekor kemenangan beruntun yang impresif. Beberapa pilar mereka pun sukses menembus daftar tim impian (Best XI) musim ini.
Meski harus menerima kenyataan pahit gagal mengangkat trofi utama, Nadeo memandang kegagalan ini sebagai sebuah pelajaran yang sangat berharga. Kiper Timnas Indonesia ini berharap seluruh elemen tim dapat segera bangkit dari momen ini dan kembali berjuang untuk mengukir sejarah baru yang lebih manis bagi Borneo FC di musim-musim yang akan datang.










