Komentar Hendri Susilo Usai Malut United Dibuat Babak Belur 1-7 di Markas Borneo FC

Komentar Hendri Susilo Usai Malut United Dibuat Babak Belur 1-7 di Markas Borneo FC

Terkini | okezone | Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:13
share

SAMARINDA – Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menegaskan timnya memetik banyak pelajaran berharga dari perjalanan mereka di kompetisi Super League 2025-2026. Meski harus menutup musim dengan hasil minor, Hendri optimistis manajemen klub akan melakukan evaluasi besar-besaran demi mendongkrak performa tim di masa depan.

"Malut United memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman berharga musim ini. Pasti klub akan berbenah dan menjadi lebih baik dalam segala aspek," ujar Hendri Susilo dalam sesi konferensi pers usai laga, Sabtu (23/5/2026).

Pernyataan tersebut dilontarkan Hendri setelah Laskar Kie Raha dipaksa menyerah dengan skor telak 1-7 oleh tuan rumah Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026) sore WIB. Laga tandang ini sekaligus menjadi peluit akhir dari petualangan Malut United di kasta tertinggi sepak bola nasional musim ini.

1. Krisis Pemain Pilar

Melakoni laga pamungkas, Malut United sebenarnya sempat tampil menjanjikan dan merepotkan pertahanan tuan rumah pada awal babak pertama. Sayangnya, keterbatasan komposisi pemain akibat badai cedera dan hukuman akumulasi kartu membuat strategi Hendri Susilo tidak berjalan mulus di atas lapangan.

Borneo FC vs Malut United. (Foto: Instagram/borneofc.id)

Borneo FC yang tampil ngotot demi berburu mahkota juara berhasil memanfaatkan celah tersebut dengan melepaskan 11 percobaan tembakan dan mengonversinya menjadi 4 gol di babak pertama. Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Pesut Etam tidak mengendur dengan menambah 3 gol lagi. Malut United hanya mampu membalas satu gol hiburan lewat aksi individu Frets Butuan pada menit ke-78.

"Kami kehilangan banyak pemain pilar. Situasi ini menjadi masalah fundamental di pertandingan terakhir melawan Borneo FC," samung coach Hendri.

 

2. Finis Peringkat Keenam

Kendati kalah telak di laga pemungkas, Malut United tetap mengakhiri kompetisi BRI Super League 2025-2026 dengan kepala tegak di peringkat keenam klasemen akhir. Mereka sukses mengemas 53 poin dari hasil 15 kali menang, 8 kali imbang, dan 11 kali menelan kekalahan.

Koleksi poin Malut United sebenarnya identik dengan Bhayangkara FC dan Dewa United. Namun, regulasi head-to-head menempatkan Bhayangkara FC di posisi kelima dan memaksa Dewa United pasrah di tangga ketujuh. Perwakilan pemain Malut United, Taufik Rustam, turut memberikan apresiasi kepada sang lawan di akhir laga. "Selamat atas pencapaian Borneo FC. Semoga Malut United juga bisa menjadi lebih baik pada musim depan," ucapnya.

Borneo FC vs Malut United. (Foto: Instagram/borneofc.id)

Di balik naik-turunnya performa tim, Laskar Kie Raha mencatatkan rapor impresif sebagai tim kedua paling subur di liga dengan torehan 68 gol dari 34 laga—hanya kalah dari Borneo FC (74 gol). Kebanggaan Malut United semakin lengkap setelah penyerang andalan mereka, David Da Silva, resmi dinobatkan sebagai top scorer lewat gelontoran 23 gol sekaligus terpilih masuk ke dalam skuad impian Best XI liga musim ini.

Topik Menarik