Kereta Tabrak Bus Tewaskan 8 Orang, Masinis Terbukti Positif Narkoba
BANGKOK – Pengemudi atau masinis kereta barang yang terlibat dalam tabrakan fatal dengan bus umum di Bangkok, Thailand, dinyatakan positif menggunakan narkoba dan didakwa atas kelalaian mengemudi secara sembrono, kata pihak berwenang.
Tabrakan yang terjadi di perlintasan kereta api Asoke-Din Daeng pada Sabtu (16/5/2026) sore itu melibatkan kereta yang menghantam bus umum yang tengah berhenti di jalur kereta api.
Bus tersebut terbakar, menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya. Laporan awal menunjukkan bahwa bus tersebut terjebak di jalur kereta api karena lalu lintas yang padat, sehingga mencegah palang perlintasan turun dengan benar.
Perlintasan kereta api Asoke-Din Daeng terkenal ramai dan merupakan salah satu persimpangan tersibuk di Bangkok.
Baik pengemudi bus maupun petugas yang bertanggung jawab menurunkan palang perlintasan—yang dilakukan secara manual—juga telah didakwa, kata polisi, sebagaimana dilansir BBC.
Pihak berwenang telah memerintahkan tes narkoba dan alkohol wajib untuk semua pengemudi kereta dan staf kereta api sebelum memulai jam kerja mereka, kata Pichet Kunadhamraks, Direktur Jenderal Departemen Transportasi Kereta Api Thailand.
Polisi tidak merinci jenis narkoba apa yang ditemukan dalam tes urine pengemudi kereta tersebut.
Pichet mengatakan temuan awal dari kotak hitam kereta menunjukkan sistem pengereman daruratnya hanya aktif sekitar 100 meter dari bus, jarak yang tidak cukup untuk menghindari tabrakan, lapor Thai PBS.
Perlintasan kereta api Asoke-Din Daeng diperkirakan dilintasi lebih dari 100.000 kendaraan bermotor setiap harinya, jumlah yang telah melebihi ambang batas keselamatan untuk perlintasan semacam itu. Pengendara sepeda motor juga sering kali diketahui menerobos pembatas jalan untuk menghindari kemacetan dan akhirnya terhambat oleh kereta api yang lewat.










