Persija Jakarta Muda Resmi Segel Takhta Juara EPA U-20 2025-2026, Obat Kekecewaan untuk Tim Senior!

Persija Jakarta Muda Resmi Segel Takhta Juara EPA U-20 2025-2026, Obat Kekecewaan untuk Tim Senior!

Terkini | okezone | Selasa, 19 Mei 2026 - 02:01
share

BEKASI – Kegagalan tim senior Persija Jakarta dalam memburu gelar juara Super League 2025-2026 akhirnya terbayar lunas oleh prestasi membanggakan generasi muda mereka. Skuad Macan Kemayoran Muda sukses keluar sebagai kampiun Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 musim 2025-2026, sebuah pencapaian impresif yang menjadi pelipur lara sekaligus oase bagi publik sepak bola ibu kota.

1. Perjuangan Skuad Muda Persija

Skuad Macan Kemayoran Muda menang tipis 1-0 atas Malut United U-20 dalam laga final di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Bekasi, Minggu 17 Mei 2026. Sementara itu, Persija U-18 harus puas menjadi runner-up karena kalah adu penalti dari Malut United U-18 dalam babak final.

Pelatih Persija U-20, Furqon Alkatiri, mengaku bersyukur atas pencapaian anak asuhnya. Dia berharap kompetisi EPA dapat melahirkan pemain-pemain muda berkualitas untuk sepak bola Indonesia.

“Harapannya semoga bisa menciptakan pemain-pemain Persija yang jadi tulang punggung Timnas Indonesia,” ujar Furqon dalam keterangannya, dikutip Selasa (18/5/206).

Persija Jakarta U-20. (Foto: Instagram/persija.epa)

Furqon menegaskan beberapa pemain Persija U-20 sudah direkomendasikan untuk naik ke tim utama. Menurutnya, EPA menjadi wadah penting untuk melihat potensi pemain muda sebelum bersaing di level senior.

“Ada beberapa yang sudah saya rekomendasikan ke direktur teknik untuk ke tim utama,” tambah Furqon.

 

2. Fokus Pembinaan Kualitas

Sementara itu, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra mengatakan pembinaan kualitas pemain tetap menjadi fokus utama dalam pelaksanaan EPA. Hal tersebut demi melahirkan pemain-pemain potensial untuk masa depan sepak bola Indonesia.

Persija Jakarta U-20. (Foto: Instagram/persija.epa)

“Kami tidak hanya mengurusi pertandingannya tapi juga kualitasnya. Karena kita menginginkan para pemain memiliki kualitas yang diharapkan dan pelatih baik dalam penyampaian taktiknya,” sambung Asep.

“Yang masih menjadi evaluasi, ada beberapa catatan, yakni pelanggaran disiplin masih cukup tinggi. Mudah-mudahan akan lebih baik di musim yang akan datang,” tutupnya.

Topik Menarik