Misteri Kekalahan Khamzat Chimaev di UFC 328: sang Kakak Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Bobot Tubuh
KEKALAHAN perdana Khamzat Chimaev dalam karier profesionalnya di UFC 328 memicu perdebatan luas di kalangan penggemar seni bela diri campuran (MMA). Meski petarung berjuluk Borz tersebut enggan mencari pembenaran atas kekalahannya dari Sean Strickland lewat keputusan juri (split decision), sang kakak, Artur Chimaev, akhirnya buka suara mengenai kondisi medis mengkhawatirkan yang dialami adiknya sebelum naik ke oktagon.
Artur mengungkapkan proses pemotongan berat badan (weight cut) menuju batas 185 pon menjadi bencana bagi tubuh Khamzat. Hal ini dipicu oleh perubahan rencana mendadak, Khamzat sebelumnya sempat menaikkan massa otot hingga mencapai berat 231 pon (104 kg) untuk persiapan menghadapi Jiri Prochazka di kelas yang lebih berat, sebelum akhirnya beralih menghadapi Strickland.
1. Detik-Detik Kritis Sebelum Timbang Badan
Dua minggu sebelum pertarungan, Khamzat dikabarkan masih memiliki berat badan 214 pon (97 kg). Artinya, ia harus memangkas sekira 29 pon (13 kg) dalam waktu yang sangat singkat.
Polytron Indonesia Open 2026 Bakal Lebih Meriah: Teknologi, Tiket Terjangkau, hingga Bintang Dunia
Artur menjelaskan bahwa proses ini membuat sistem metabolisme Khamzat mengalami kegagalan fungsi. Kondisi tersebut sangat fatal sehingga tim medis hampir menghentikan seluruh proses.
"Ada masalah besar saat pemotongan berat badan. Pertanyaannya adalah apakah membatalkan pertarungan atau mengambil risiko. Ketika beratnya tersisa 1,2 kg lagi, tubuhnya berhenti berfungsi... kekurangan oksigen," ungkap Artur kepada Sport RU, dikutip Kamis (14/5/2026).
"Kami harus berhenti selama satu jam karena kesehatannya tidak memungkinkan untuk lanjut... Khamzat sendiri sempat berkata dia tidak tahu bagaimana bisa bertarung dalam kondisi seperti itu," tambah sang kakak.
Saat hari pertarungan tiba, Khamzat dilaporkan hanya mampu mengembalikan berat badannya sekitar 5 hingga 6 kilogram saja, yang membuatnya tampil jauh di bawah performa maksimalnya.
2. Penolakan Naik Kelas
Meski sempat berbisik kepada Dana White bahwa ia ingin pindah ke kelas berat ringan (light heavyweight) sesaat setelah kalah, ego petarung Khamzat tampaknya telah berubah. Melalui kakaknya, tim Chimaev menegaskan mereka tidak akan meninggalkan kelas menengah sebelum menuntaskan urusan dengan Strickland.
Target utama mereka kini adalah laga ulang (rematch) yang diharapkan berlangsung pada gelaran UFC di Abu Dhabi pada Oktober 2026 mendatang. Artur menegaskan adiknya bukan tipe petarung yang lari dari kekalahan.
"Kami sudah meminta laga ulang dengan Strickland. Ada acara di Abu Dhabi pada bulan Oktober, dan kami ingin melakukannya di sana. Khamzat bukan tipe orang yang pindah ke kelas berat lain dan meninggalkan pertanyaan yang belum terjawab," tegas Artur.
Kini, bola panas berada di tangan UFC. Di tengah ambisi Chimaev untuk merebut kembali sabuknya, nama Nassourdine Imavov juga mulai muncul sebagai penantang utama yang mengklaim haknya untuk memperebutkan gelar juara kelas menengah.










