Adu Skuad Termahal Persib Bandung dengan Persija Jakarta Jelang El Classio, bak Bumi dan Langit?
SAMARINDA – Duel paling dinanti di Tanah Air, El Classico antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung, resmi mengalami pergeseran lokasi. Meski tak jadi digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pertandingan pekan ke-23 Super League 2025-2026 tersebut diprediksi akan sangat panas, apalagi kedua tim sama-sama diisi banyak pemain top yang membuat klub mereka memiliki skuad yang sangat mahal.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengonfirmasi Stadion Segiri, Samarinda, akan menjadi saksi bisu bentrokan dua raksasa ini pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 15.30 WIB. Keputusan pemindahan ini diambil setelah melewati proses perizinan yang alot di Jakarta.
Meskipun pihak PSSI sebenarnya memberikan lampu hijau untuk penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pertimbangan keamanan dari pihak kepolisian di bulan Mei yang padat agenda serta rencana perawatan rumput stadion jelang FIFA Matchday Juni mendatang membuat laga harus diungsikan ke Kalimantan Timur.
1. Perang Bintang
Di balik drama perpindahan venue, tensi pertandingan semakin memanas jika melihat komposisi kekuatan kedua tim. Menilik data Transfermarkt, terdapat selisih nilai pasar yang cukup mencolok antara kedua rival abadi ini.
Persib Bandung yang kini memuncaki klasemen Super League 2025-2026 menyandang status tim termahal dengan nilai skuad mencapai Rp144,44 miliar. Di sisi lain, Persija Jakarta membayangi dengan nilai pasar Rp125,58 miliar.
Selisih nyaris Rp19 miliar ini menjadi bumbu menarik dalam label perang bintang. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian kualitas pilar Timnas Indonesia. Kedua tim tercatat menyumbang masing-masing lima pemain senior untuk skuad Garuda.
Namun, Persija sedikit lebih unggul dalam pembinaan pemain muda dengan total tujuh pemain berlabel Timnas kelompok umur, mengungguli Persib yang memiliki lima pemain. Dengan skuad mahal dan taburan pemain Timnas di setiap lini, duel di Segiri nanti dipastikan akan menjadi pertarungan gengsi tingkat tinggi.
2. Alasan di Balik Pemilihan Samarinda
Terkait pemindahan lokasi pertandingan, pihak liga sejatinya sempat melirik Bali sebagai opsi lokasi alternatif. Namun, bentroknya jadwal dengan laga kandang Bali United membuat pilihan jatuh kepada Stadion Segiri yang dinilai lebih kondusif.
Meski digelar di tempat netral, antusiasme diprediksi tetap tinggi karena laga boleh dihadiri penonton sesuai kapasitas stadion. Namun, Ferry Paulus menegaskan satu aturan krusial yang tetap berlaku demi menjaga kondusivitas.
"Tetap dengan penonton sesuai standar kapasitas di sana (Stadion Segiri). Tapi, suporter tamu tetap dilarang hadir," tegas sosok yang akrab disapa FP tersebut.









