Kisah Unik Pevoli Supercantik Vanja Bukilic, Eks Tandem Megawati Hangestri yang Sempat Kuliah Jurusan Teknik Sipil

Kisah Unik Pevoli Supercantik Vanja Bukilic, Eks Tandem Megawati Hangestri yang Sempat Kuliah Jurusan Teknik Sipil

Olahraga | okezone | Rabu, 6 Mei 2026 - 20:59
share

KISAH unik pevoli supercantik Vanja Bukilic yang sempat kuliah jurusan Teknik Sipil menarik untuk dibahas. Siapa sangka, mantan tandem Megawati Hangestri itu memiliki latar belakang Pendidikan yang luar biasa.

Di balik performanya yang garang di lapangan, Vanja menyimpan fakta unik yang jarang diketahui publik. Siapa sangka, atlet dengan tinggi 198 cm ini merupakan seorang intelek yang pernah menempuh pendidikan di jurusan Teknik Sipil (Civil Engineering) saat berkarier di liga mahasiswa Amerika Serikat (NCAA).

Kecerdasannya di bangku kuliah rupanya sejalan dengan kecerdikannya dalam melepaskan spike mematikan di arena voli.

1. Bersinar

Lahir di Beograd, Serbia, pada 13 Juni 1999, Vanja mengawali kariernya di klub Crvena Zvezda sebelum akhirnya melanglang buana ke Amerika Serikat dan Asia. Menariknya, sebelum dikenal sebagai bintang besar di Korea, Vanja disebut memiliki kepribadian yang sangat kontras dengan penampilannya yang intimidatif di lapangan.

Megawati Hangestri. Vanja Bukilic Ig/red__sparks

Vanja dikenal sebagai pribadi yang pendiam, namun memiliki sisi lucu dan kocak. Karakternya yang jenaka ini mulai lebih sering terlihat sejak ia berduet dengan Megawati Hangestri di Red Sparks pada musim 2024-2025.

Perpaduan antara kekuatan fisik Serbia dan keramahan Indonesia membuat keduanya menjadi sahabat karib sekaligus duet maut yang membawa Red Sparks hingga ke partai final V-League.

 

2. Kembali ke Korea Selatan?

Menjelang musim 2026-2027, status Vanja Bukilic sebagai pemain asing paling berpengalaman menjadikannya aset berharga. Setelah sempat membela Expressway Hi-Pass dan Red Sparks, Vanja sempat mencicipi atmosfer salah satu kompetisi terbaik dunia, Liga Voli Italia, bersama Il Bisonte Firenze pada musim 2025-2026.

Pengalaman global ini membuatnya dianggap memiliki kualitas yang jauh di atas rata-rata peserta tryout lainnya di Praha nanti. Fleksibilitas posisi menjadi senjata utama Vanja.

Vanja mampu berperan sama baiknya sebagai opposite hitter maupun outside hitter. Kemampuan inilah yang dulu membuat pelatih Red Sparks berani menyulapnya menjadi tandem Megawati, hingga akhirnya ia masuk dalam jajaran Best 7 V-League.

Dengan rekam jejak mentereng, mulai dari Timnas Serbia hingga pengalaman di liga-liga top dunia, tak heran jika klub-klub Korea kini rela sikut-sikutan demi mengamankan kembali jasa pevoli cantik yang juga menyandang gelar sarjana teknik ini.

Topik Menarik