Kisah Pembalap Muda Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Aji, Latihan Ekstrem Motocross Jelang MotoGP Prancis 2026
DUA talenta kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, tidak membuang waktu sedetik pun demi mengharumkan nama bangsa di panggung dunia. Menjelang seri MotoGP Prancis 2026, rider Moto3 dan Moto2 itu memilih menjalani persiapan fisik yang berat melalui latihan motocross di Sant Feliu de Codines, Spanyol.
Latihan ini menjadi krusial sebagai pemanasan sebelum menghadapi jadwal padat tiga seri balap di daratan Eropa. Melalui unggahan Honda Team Asia di media sosial, terlihat Veda dan Mario memacu motor di Mx Golf Park, sebuah lintasan yang memadukan tantangan tanah khas motocross dengan suasana santai lapangan golf.
"Tak ada waktu untuk beristirahat, Le Mans menanti dalam 7 hari," tulis manajemen tim pada Minggu, 3 Mei 2026.
1. Siap Hadapi GP Prancis
Veda Ega Pratama menatap Moto3 Prancis 2026 dengan modal kepercayaan diri yang sangat kuat. Pada balapan sebelumnya di Jerez, Spanyol, Veda menunjukkan aksi comeback yang luar biasa.
Meski memulai lomba dari posisi ke-17 akibat terjatuh saat kualifikasi, ia mampu merangsek maju hingga finis di urutan keenam dan mengantongi 10 poin berharga. Kendati tampil impresif, Veda tetap bersikap kritis terhadap performanya sendiri.
Veda mencatat adanya kendala pada penurunan daya cengkeram ban belakang di lap-lap akhir yang sempat menghambat konsistensi kecepatannya.
"P6 di MotoGP Spanyol jadi pelajaran berharga. Kami terus berkembang dan akan kembali lebih kuat di Le Mans," tulis Veda di akun pribadinya.
Tim teknis Honda Team Asia pun kini tengah bekerja keras melakukan penyesuaian setelan motor untuk mengatasi masalah teknis tersebut.
2. Ambisi di Le Mans
Sirkuit Le Mans bukanlah wilayah asing bagi pembalap asal Gunungkidul ini. Veda memiliki rekam jejak yang cukup solid di lintasan legendaris Prancis tersebut sejak musim debutnya di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024.
Kala itu, ia sukses mencuri perhatian dengan finis di posisi ke-7 pada balapan kedua, membuktikan bahwa ia memiliki karakter yang cocok dengan sirkuit tersebut. Manajer tim, Hiroshi Aoyama, memberikan apresiasi tinggi atas kedewasaan Veda yang semakin matang dalam mengelola ritme balapan dan pengambilan keputusan di lintasan.
Setelah sempat absen di Le Mans pada musim 2025, kembalinya Veda tahun ini di kelas Moto3 membawa harapan besar untuk melampaui catatan sejarah pribadinya. Dengan kondisi fisik yang prima hasil latihan motocross dan tren positif dari Jerez, peluang Veda untuk memperebutkan podium di Le Mans pada 10 Mei mendatang kini terbuka lebar.










