Kisah Pebulu Tangkis Lee Yong-dae, Rahasia di Balik Kekuatan sang Maestro Korea yang Idolai Legenda Indonesia
SIAPA yang tidak mengenal Lee Yong-dae? Bagi para pencinta bulu tangkis, nama ini adalah jaminan pertahanan rapat dan permainan net yang mematikan.
Namun, di balik koleksi puluhan gelarnya, sang legenda Korea Selatan ini ternyata menyimpan rahasia besar. Ternyata gaya mainnya merupakan cerminan dari legenda ganda putra Indonesia, Tony Gunawan.
1. Rekor Fantastis 43 Gelar
Lee Yong-dae bukan sekadar pemain biasa. Ia adalah fenomena di sektor ganda putra dan ganda campuran.
Sepanjang kariernya yang gemilang, Lee berhasil mengoleksi 43 gelar BWF Super Series. Prestasi ini mencakup kemenangan di turnamen bergengsi seperti Indonesia Open, All England, hingga China Masters.
Puncak prestasinya tercatat dengan tinta emas saat ia menyabet medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan emas Asian Games 2014. Fleksibilitasnya di lapangan terbukti nyata, ia mampu memuncaki peringkat 1 dunia dengan empat pasangan berbeda, yakni ganda putra bersama Jung Jae-sung, Ko Sung-hyun, dan Yoo Yeon-seong. Lalu di nomor ganda campuran Bersama Lee Hyo-jung.
2. Terinspirasi Tony Gunawan
Meskipun terlihat sempurna di lapangan, Lee Yong-dae mengaku memiliki keterbatasan fisik, terutama pada kekuatan smash. Alih-alih menyerah, ia justru meniru cara Tony Gunawan, sang peraih emas Olimpiade Sydney 2000, dalam menutupi kekurangan tersebut.
Lee secara terbuka menyebut Tony sebagai role model utamanya. Ia merasa memiliki kemiripan teknis dengan Tony, di mana keduanya tidak mengandalkan power besar untuk mematikan lawan, melainkan kecerdasan penempatan bola dan strategi yang matang.
"Saya sangat mengagumi Tony Gunawan. Beliau adalah sosok yang mampu menaklukkan kelemahannya sendiri. Karena kelemahan kami mirip, saya terdorong untuk meniru performanya di lapangan," ungkap Lee Yong-dae.
Dengan mengadaptasi gaya main sang legenda Indonesia tersebut, Lee Yong-dae berhasil mengubah keterbatasan menjadi kekuatan yang membawanya menjadi salah satu pemain ganda terbaik yang pernah ada dalam sejarah bulu tangkis dunia.










