5 Pasangan Pebulu Tangkis Dadakan yang Awet Jadi Penguasa Ranking BWF, Nomor 1 Sempat Jadi Raja Ganda Putra Dunia

5 Pasangan Pebulu Tangkis Dadakan yang Awet Jadi Penguasa Ranking BWF, Nomor 1 Sempat Jadi Raja Ganda Putra Dunia

Olahraga | okezone | Rabu, 29 April 2026 - 14:58
share

ADA 5 pasangan pebulu tangkis dadakan yang awet jadi penguasa ranking BWF yang menarik untuk dibahas. Sebab siapa yang sangka, pasangan yang awalnya berstau karena sebuah keputusan tiba-tiba, justru mampu bersinar.

Dalam dunia bulu tangkis, chemistry antarpemain biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diasah. Namun, sejarah mencatat adanya fenomena unik di mana pasangan yang disatukan secara mendadak justru tampil meledak dan mendominasi podium juara.

Mulai dari keputusan darurat karena cedera hingga perombakan strategi pelatih, pasangan-pasangan ini membuktikan bahwa eksperimen dadakan bisa membuahkan prestasi dunia.

Berikut 5 Pasangan Pebulu Tangkis Dadakan yang Awet Jadi Penguasa Ranking BWF:

1. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Indonesia)

Marcus Gideon/Kevin Sanjaya

Terbentuknya duet The Minions berawal dari situasi darurat pada tahun 2015. Saat itu, pasangan asli Kevin, Selvanus Geh, menderita sakit, sementara Marcus baru saja kembali ke PBSI setelah berpisah dari Markis Kido.

Tanpa disangka, duet dadakan ini langsung meraih perak SEA Games 2015 dan juara Chinese Taipei Masters 2015. Kemitraan tak sengaja ini kemudian melahirkan sejarah dominasi terlama di peringkat satu dunia BWF yang baru berakhir pada September 2022.

2. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia)

Apriyani Rahayu/Siti Fadia. (Foto: PBSI)

Inilah salah satu judi tersukses dari jajaran pelatih ganda putri PBSI. Pasca pensiunnya Greysia Polii yang meraih emas Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani Rahayu dipasangkan dengan Siti Fadia yang saat itu merupakan pelapis kedua.

Memulai debut dari peringkat 210 dunia, mereka langsung menyabet emas SEA Games 2021 dan menjuarai Malaysia Open 2022 serta Singapore Open 2022. Hanya dalam waktu singkat, pasangan ini melesat ke peringkat 12 dunia dan menjadi ganda putri yang paling ditakuti.

Kendati demikian, pada akhirnya kini mereka sudah berpisah. Ternyata permainan Apriyani/Siti mudah dibaca lawan sehingga harus dipisahkan kembali.

3. Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (China)

Liu Yuchen/Ou Xuanyi

Pasangan ini lahir pada awal 2022 sebagai jawaban atas seretnya prestasi ganda putra China. Liu Yu Chen kehilangan rekannya, Li Junhui, yang pensiun, sementara Ou Xuan Yi dianggap stagnan dengan pasangan lamanya.

 

Debut mereka di German Open 2022 langsung membuahkan posisi runner-up. Secara mengejutkan, performa mereka terus stabil hingga mampu merangkak naik ke peringkat 9 dunia dalam kurun waktu kurang dari setahun setelah mengantongi tiga gelar juara dari lima laga final.

4. Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China)

Zheng Siwei/Huang Yaqiong

Dunia dikejutkan ketika Asosiasi Bulu Tangkis China (CBA) memisahkan Zheng Siwei dari Chen Qingchen dan Huang Yaqiong dari Lu Kai pada akhir 2017. Padahal, saat itu mereka sedang berada di puncak performa.

Disatukan sebagai pasangan baru, Zheng/Huang langsung mendominasi dengan meraih 10 gelar pada 2018 dan 9 gelar pada 2019. Sempat terhambat pandemi, mereka melakukan comeback fenomenal pada 2022 dengan menyapu bersih 10 gelar juara dari 10 final, sebuah catatan yang mustahil dikejar oleh rival terdekat mereka.

5. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia)

Fajar Alfian/Shohibul Fikri. (Foto: PBSI)

Fajar/Fikri adalah pasangan yang dibentuk secara dadakan karena partner Fajar, Muhammad Rian Ardianto sedang cuti. Agar tidak terkena sanksi BWF, Fajar pun dipasangkan sementara dengan Muhammad Shohibul Fikri.

Menariknya, pasangan tersebut justru tampil gacor hingga juara China Open 2025 dan merebut medali perunggu di Badminton Asia Championship 2026. Sampai saat ini, Fajar/Fikri duduk di peringkat ketiga dunia.

Topik Menarik