3 Manfaat Menarik Napas dalam Lewat Hidung, Bisa Kurangi Cemas
JAKARTA – Cemas sering kali menjadi hal yang dirasakan banyak orang saat menghadapi masalah atau tekanan dalam hidup. Namun, influencer kesehatan sekaligus dokter umum, dr. Cecep Hermawan, melalui unggahan di media sosialnya membagikan teknik bernapas lewat hidung secara bergantian yang bisa menenangkan diri dari kecemasan.
Dalam unggahan videonya di akun Instagram, ia mencontohkan menarik napas dalam dari lubang kanan dan kiri yang diklaim memiliki dampak signifikan bagi ketenangan tubuh. Ia menyarankan agar hal itu dilakukan lima sampai 15 menit setiap hari.
“Lakuin 5-15 menit per hari," tulis dr. Cecep dalam keterangan video.
Pada tahap awal, teknik ini memberikan dampak langsung bagi sistem saraf seseorang, terutama saat menghadapi situasi yang memicu kepanikan. Ia menjelaskan bahwa latihan ini membantu menurunkan detak jantung dan tekanan darah sehingga tubuh lebih tenang.
“Efek instan, bantu nurunin detak jantung deg-degan, turunin tekanan darah, ngeredam panik & cemas dadakan, bikin saraf tubuh langsung rileks,” jelas dia.
dr. Cecep menuturkan bahwa dengan mengatur napas secara perlahan selama lima detik pada setiap tarikan dan embusan, sinyal relaksasi akan langsung dikirimkan ke seluruh tubuh. Manfaat tersebut akan berkembang menjadi ketahanan mental yang lebih kuat jika teknik ini dipraktikkan secara konsisten selama satu bulan.
"Setelah rutin sebulan, bantu detak jantung harian lebih stabil, tubuh lebih tenang hadapi masalah, napas kerasa jauh lebih enteng,” tutur dr. Cecep.
Hal ini menunjukkan bahwa latihan pernapasan bukan sekadar pertolongan pertama, melainkan sarana untuk melatih stabilitas emosional dalam jangka panjang.
Memasuki bulan ketiga, dampak yang dirasakan akan menyentuh aspek kognitif dan kualitas istirahat yang lebih mendalam. Berdasarkan pengamatannya, konsistensi ini akan membantu menurunkan stres dalam pikiran.
“Bantu turunin beban stres pikiran harian, seimbangin saraf otak kiri kanan, bikin pikiran jadi lebih jernih, bantu tidur jauh lebih pulas,” beber dia.
Selain teknik pernapasan, dr. Cecep juga menyarankan perubahan gaya hidup pendukung, salah satunya adalah dengan membatasi konsumsi minuman tertentu di waktu yang salah.
“Kopi atau teh sore hari bikin jantung gampang berdebar dan otak makin waspada. Usahain stop minum yang berkafein setelah jam 2 siang ya,” cetus dr. Cecep.
dr. Cecep mengingatkan pentingnya mematikan gawai sebelum beristirahat agar tubuh dapat memproduksi hormon tidur secara alami dan tidak menggunakan ponsel selama 30 menit sebelum tidur.
"Cahaya layar bikin otak ngira masih terang. Jauhin HP minimal setengah jam sebelum tidur biar hormon kantuk bisa keluar alami," pungkas dia.










