Mengenal Istilah 'Seagulling' yang Ramai di Medsos,Lebih Toxic dari Ghosting?

Mengenal Istilah 'Seagulling' yang Ramai di Medsos,Lebih Toxic dari Ghosting?

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 29 April 2026 - 08:06
share

JAKARTA - Di era digital seperti saat ini, tren dating terus berkembang hingga muncul berbagai istilah baru. Terkini yang sedang ramai dibahas adalah seagulling.

Dikutip dari Psychology Today, istilah seagulling menggambarkan perilaku dalam hubungan yang bisa membuang waktu dan memicu kebingungan emosional. Seagulling adalah kondisi ketika seseorang tidak benar-benar tertarik secara romantis, tetapi tetap berusaha "menjaga" orang lain agar tidak didekati orang lain.

Dengan kata lain, pola ini tidak ingin menjalin hubungan serius, tetapi juga tidak rela orang yang ia dekati bersama orang lain. Istilah ini terinspirasi dari perilaku burung camar (seagull).

Burung ini dikenal suka mengambil makanan meski tidak lapar, hanya agar tidak dimiliki oleh yang lain. Pola ini belakangan banyak dialami oleh generasi muda, terutama Gen Z.

Beberapa tanda mengalami fenomena seagulling di antaranya masih diajak jalan atau chatting, tetapi hubungan tidak pernah jelas; diberi harapan kecil agar tetap bertahan; dia terlihat “territorial” saat kamu dekat dengan orang lain; dan tidak ada progres menuju hubungan serius.

Ada beberapa alasan mengapa banyak orang melakukan fenomena ini, di antaranya:

  • Ingin tetap mendapatkan perhatian atau kenyamanan
  • Merasa memiliki kontrol atas orang lain
  • Ego boost karena tahu kamu masih “available”
  • Tidak siap kehilangan, tetapi juga tidak mau berkomitmen

Sehingga bisa dibilang, pola ini untuk memenuhi kebutuhan emosional sepihak. Seagulling pun punya dampak negatif untuk kedua pihak.

Bagi yang jadi korban, ia akan merasa bingung dan tidak pasti, sulit move on, dan membuang waktu untuk hubungan yang tidak jelas. Sementara bagi pelaku, ini juga membuat mereka kehilangan kesempatan menemukan hubungan yang benar-benar cocok.

Agar tidak terjebak dalam situasi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya dengan menetapkan batasan yang jelas sejak awal, mengomunikasikan ekspektasi hubungan, memperhatikan konsistensi tindakan, dan tidak takut untuk mempertanyakan ke mana arah hubungan tersebut akan dibawa.

Intinya, komunikasi terbuka bisa menjadi kunci utama untuk menghindari pola seagulling ini.

Topik Menarik