Kisah di Balik Kecelakaan KA Bekasi Timur: Peron Jatinegara Jadi Perpisahan Terakhir!
JAKARTA - Peristiwa kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan korban. Salah satunya dirasakan oleh rekan dari Nur Alimantun Citra Lestari (19), mahasiswi STMA Trisakti, dan Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), karyawan di salah satu stasiun televisi swasta.
Riza, rekan Nur Alimantun Citra Lestari, mengatakan dirinya tidak memiliki firasat apa pun sebelum kecelakaan terjadi. Ia sempat berangkat bersama korban dari Stasiun Jatinegara, namun keduanya berpisah peron.
“Bareng-bareng pulangnya, kebetulan tujuan keretanya sama, cuma beda rute. Saat itu kereta almarhumah beda jalur dengan saya. Biasanya kami di peron 1 dan 2, tapi kali ini pisah di bagian atas Jatinegara, saya di peron 2 dan dia di peron 6,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, korban yang dikenal peduli terhadap teman-temannya itu mendadak tidak bisa dihubungi sejak sekitar pukul 21.00 WIB. Bahkan, saat kabar kecelakaan kereta di Bekasi Timur muncul, korban tetap tidak dapat dihubungi.
“Awalnya kami masih berpikir positif, tidak mau berprasangka macam-macam. Tapi dari malam sampai pagi belum ada kabar, akhirnya kami membuat pengumuman dan melakukan pencarian,” tuturnya.
Pada Selasa (28/4/2026) sore, Riza bersama teman-temannya mendatangi RS Polri untuk memastikan kabar tersebut. Di sana, mereka mendapatkan kepastian identitas korban dari jenazah yang ada. Korban diketahui baru saja pulang setelah menjalani ujian tengah semester (UTS).
“Lagi ujian, almarhumah pulang habis UTS. Besoknya sebenarnya hari terakhir ujian di Trisakti, jurusan Manajemen Asuransi. Rencananya jenazah akan dibawa pulang ke Jambi oleh pihak keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, atasan korban Nur Ainia Eka Rahmadhyna sekaligus Pemimpin Redaksi stasiun televisi swasta, Yogi Arief Nugroho, menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban.
Menurutnya, almarhumah bekerja di departemen production support dan memiliki peran penting dalam setiap siaran langsung di studio.
“Almarhumah tercatat meninggalkan kantor berdasarkan mesin absensi pada Senin, 27 April, pukul 19.31 WIB, dengan tujuan pulang ke rumahnya di Tambun. Kami mengapresiasi dedikasi beliau selama 11 tahun bekerja. Catatannya luar biasa, tanpa cela dalam kinerja,” paparnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi keluarga, almarhumah akan dimakamkan pada Rabu (29/4/2026) di Tambun, Bekasi, dekat kediamannya, sesuai permintaan orang tua.
“Beliau dikenal baik, inisiatifnya tinggi, dan loyalitasnya terhadap pekerjaan sangat baik. Kami sangat kehilangan. Namun, ini adalah takdir Allah SWT, dan kami serahkan kembali kepada-Nya sambil berdoa semoga yang terbaik bagi almarhumah dan keluarganya,” ungkapnya.









