Jetour Pamerkan 3 Model SUV Hybrid, Intip Spesifikasinya
JAKARTA - Jetour International menampilkan sejumlah model pada ajang Auto China 2026. Merek asal Tiongkok tersebut memboyong dua merek sekaligus, yaitu Jetour dan Soueast.
President Jetour International, Ke Chuandeng, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya mengusung filosofi ‘Travel+’ dengan mengintegrasikan pemahaman mendalam tentang gaya hidup perjalanan.
"Kini, ‘Travel+’ telah berkembang melampaui sekadar atribut produk, menjadi representasi gaya hidup, koneksi emosional, serta jembatan yang menghubungkan manusia, budaya, dan pengalaman," ujarnya dalam keterangan resmi perusahaan, Senin (27/4/2026).
"Melalui Auto China 2026, kami ingin menunjukkan bagaimana strategi ini terus berkembang melalui inovasi produk, penguatan ekosistem, dan kolaborasi global, untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang semakin relevan bagi konsumen di seluruh dunia,” tambah Ke Chuandeng.
Bukan Solusi, AI Disebut Bencana! Sanders: Musk dan Ellison Hanya Ingin Perkaya Diri Sendiri
Dalam ajang ini, Jetour menampilkan pengembangan teknologi hybrid melalui Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM, serta Jetour G700 sebagai SUV off-road premium. Selain itu, Soueast S08 DM turut hadir sebagai bagian dari strategi multi-brand Jetour International.
Jetour T2 i-DM hadir sebagai SUV Plug-in Hybrid (PHEV). Model ini dibekali sistem hybrid 1.5TD DHE + 3DHT yang mampu menghasilkan tenaga hingga 280 kW dan torsi 610 Nm. Kendaraan ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang efisien dengan jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.000 km.
Sementara itu, Jetour G700 diposisikan sebagai SUV off-road hybrid premium dengan kemampuan ekstrem. Mengusung tenaga hingga 665 kW dan torsi 1.135 Nm, Jetour G700 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu 4,6 detik. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan tiga differential lock, suspensi udara adaptif, serta kemampuan melintasi genangan air hingga kedalaman 970 mm.
Sebagai bagian dari strategi global, Jetour menjalin kolaborasi dengan sejumlah tokoh dunia. Pada Auto China 2026, Jetour menghadirkan kolaborasi bersama Brand Ambassador sekaligus produser musik EDM kelas dunia, Alan Walker. Selain itu, Jetour bekerja sama dengan Paul Scher sebagai Art Consultant, menggandeng Mo Farah sebagai Brand Partner, serta berkolaborasi dengan Laurie Marker, ilmuwan sekaligus pendiri Cheetah Conservation Fund.
Hingga saat ini, Jetour telah membukukan penjualan lebih dari 2,27 juta unit di lebih dari 100 negara dan wilayah, serta didukung oleh lebih dari 50 juta penggemar di seluruh dunia.






