Risiko Kerusakan Otak Akibat Keseringan Gunakan AI
Penelitian dari berbagai universitas terhadap 1.222 orang menunjukkan bahwa hanya 10 menit menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban langsung secara signifikan mengurangi kemampuan otak untuk memecahkan masalah secara mandiri.
Sebuah studi baru dari Carnegie Mellon University, MIT, Oxford, dan UCLA baru saja diterbitkan, yang mengungkapkan hasil yang mengkhawatirkan.Analisis tersebut menunjukkan bahwa 10 menit menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban secara langsung secara signifikan mengurangi kemampuan berpikir mandiri dan kemauan untuk bertahan tanpa bantuan AI. Studi ini melakukan tiga eksperimen terkontrol secara acak dengan 1.222 peserta.
Dalam percobaan pertama, 354 orang dibagi menjadi dua kelompok untuk menyelesaikan soal pecahan. Kelompok pertama menggunakan model GPT-5 untuk 12 pertanyaan pertama, kemudian akses mereka dicabut untuk 3 pertanyaan terakhir. Kelompok kontrol menyelesaikan semua 15 pertanyaan secara mandiri.
Hasil untuk 3 pertanyaan terakhir menunjukkan bahwa kelompok AI hanya mencapai tingkat akurasi 0,57, dibandingkan dengan 0,73 untuk kelompok kontrol. Tingkat pengabaian pertanyaan pada kelompok AI adalah 0,20, hampir dua kali lebih tinggi daripada kelompok kontrol.
Eksperimen kedua melibatkan penghapusan variabel pengganggu untuk menguji kemampuan awal semua peserta. Di antara pengguna AI, 61 meminta jawaban langsung, 27 hanya meminta petunjuk atau panduan, dan 12 hampir tidak menggunakan AI sama sekali. Kelompok yang meminta jawaban langsung memiliki tingkat akurasi independen terendah dan tingkat pengabaian tertinggi. Kelompok yang hanya menggunakan AI untuk petunjuk memiliki hasil yang tidak berbeda secara signifikan dari kelompok yang tidak menggunakan AI.
"Jika ketergantungan ini berlanjut selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, kita dapat menciptakan seluruh generasi pelajar yang kehilangan kemampuan untuk mengatasi masalah sendiri. Tanpa dukungan teknologi, mereka tidak akan tahu bagaimana berpikir secara efektif," tulis tim peneliti dalam laporan tersebut.
Eksperimen ketiga beralih ke pemahaman bacaan dengan 201 peserta tes SAT dan menghasilkan hasil yang serupa. Kelompok yang didukung AI hanya mencetak skor 0,76 saat mengerjakan tes sendiri, dibandingkan dengan 0,89 untuk kelompok kontrol.
Tim peneliti menjelaskan fenomena tersebut melalui dua mekanisme. Pertama, terjadi pergeseran ekspektasi. Begitu otak terbiasa menerima jawaban dalam hitungan detik, tugas yang membutuhkan konsentrasi lebih dari tiga menit terasa sangat berat.
Kedua, terjadi hilangnya penilaian diri, karena proses bergulat dengan suatu masalah dan menemukan jawabannya membantu peserta didik memahami keterbatasan dan kemampuan mereka sendiri.
Terakhir, MIT juga menerbitkan penelitiannya sendiri yang menunjukkan bahwa orang yang menggunakan AI untuk menulis esai panjang seringkali tidak dapat mengingat isinya dan bahkan tidak mengenali karya mereka sendiri dalam tes selanjutnya.
Tim peneliti menamai fenomena ini "hutang kognitif," di mana pengguna mengonsumsi konten tanpa berpikir kritis, menyebabkan otak kehilangan kemampuannya untuk mengingat.






