KPAI Duga Kekerasan Anak di Daycare Yogya Sistematis: Tutup Permanen!

KPAI Duga Kekerasan Anak di Daycare Yogya Sistematis: Tutup Permanen!

Nasional | okezone | Minggu, 26 April 2026 - 23:01
share

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, diduga lebih tersistematis. Pola tersebut terdeteksi selama KPAI melakukan pendampingan terhadap kasus ini.

"Saya melihat kasus DC (daycare) ini agak berbeda dengan DC bermasalah di Depok atau Pekanbaru karena ini jauh lebih tersistematis," ujar Komisioner KPAI Diyah Puspitarini, Minggu (26/4/2026).

Diyah menambahkan, praktik pengikatan terhadap anak di daycare tersebut seolah merupakan SOP karena dilakukan pada jam-jam tertentu. Ia menduga ada instruksi langsung terhadap pengasuh anak yang bekerja di sana.

"Artinya seolah ada SOP bahwa anak-anak pada jam tertentu mendapatkan perlakuan kaki atau tangan diikat dan orangtua tidak boleh melihat langsung, serta dilakukan secara masif oleh pengasuh maka seolah sudah ada instruksi demikian," katanya.

Pihaknya pun meminta aparat penegak hukum menelusuri garis perintah tersebut. Apalagi menurutnya, praktik seperti ini diduga sudah terjadi berulang.

"Maka, perlu ditelusuri sampai pada pimpinan dan pemilik yayasan, karena kejadian ini sudah agak lama, berulang, dan intens," ujarnya.

Seiring terungkapnya kasus ini, KPAI juga meminta agar daycare tersebut ditutup permanen. Hal ini diperkuat dengan dugaan bahwa aktivitas daycare itu tidak memiliki izin.

"Tentu saja KPAI berharap agar daycare ini ditutup permanen," pungkasnya.

Sekadar informasi, daycare Little Aresha diduga melakukan kekerasan terhadap anak. Hal itu terungkap setelah polisi melakukan penggerebekan pada Jumat 24 April 2026. Penggerebekan itu dilakukan setelah adanya laporan tindak kekerasan terhadap anak di daycare tersebut. Sejumlah orangtua juga mengaku anak mereka mengalami lebam setelah dititipkan di lokasi tersebut.

Berdasarkan data sementara dari aparat penegak hukum, jumlah anak yang terdata di fasilitas tersebut mencapai 103 anak, dengan sekitar 53 anak diduga mengalami kekerasan fisik maupun perlakuan tidak manusiawi.

Topik Menarik