Saham-Saham Ini Justru Menguat Saat IHSG Turun Tajam

Saham-Saham Ini Justru Menguat Saat IHSG Turun Tajam

Ekonomi | okezone | Sabtu, 25 April 2026 - 15:10
share

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah emiten mengalami penguatan di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan 20–24 April 2026. Lonjakan harga tertinggi didominasi oleh saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah (second dan third liners), di tengah tekanan yang masih membayangi IHSG.

Berdasarkan data BEI, Sabtu (25/4/2026), PT Wahana Bersama Sejahtera Tbk (WBSA) menjadi top gainer utama dengan kenaikan sebesar 94,16 menjadi 1.330. Kenaikan signifikan juga dicatatkan oleh PT Citatah Tbk (CTTH) yang melonjak 85,06 ke level 161, serta PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) yang menguat 82,86 ke level 128.

Selain itu, saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) naik 81,69 ke level 665, diikuti PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) yang menguat 57,42 ke level 4.030. Penguatan juga terjadi pada saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang naik 37,21 ke level 118 dan PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang menguat 33,76 ke level 210.

Kenaikan harga saham-saham tersebut menunjukkan adanya pergerakan spekulatif yang cukup kuat pada saham lapis dua dan tiga. Meski demikian, kontribusinya terhadap IHSG relatif terbatas mengingat kapitalisasi pasar emiten-emiten tersebut tidak sebesar saham unggulan.

Pergerakan IHSG sepanjang periode 20–24 April 2026 ditutup melemah signifikan. IHSG tercatat turun 6,61 dan berakhir di level 7.129,490 dari posisi 7.643,004 pada pekan sebelumnya.

Secara absolut, indeks kehilangan 504,514 poin, mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat di pasar saham domestik. Dalam rentang perdagangan sepekan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.692,145 dan terendah di 7.115,971.

Koreksi IHSG juga sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar yang tercatat menyusut 6,59 menjadi Rp12.736 triliun dari Rp13.635 triliun pada pekan sebelumnya. Pelemahan ini menunjukkan berkurangnya nilai keseluruhan emiten di pasar seiring tekanan harga saham di berbagai sektor.

Topik Menarik