Penyebab Harga Minyak Goreng Kemasan Naik, Hari Ini Rp22.292 per Liter
JAKARTA - Penyebab harga minyak goreng kemasan naik hingga hari ini dijual sekitar Rp21.000–22.000 per liter.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Sabtu (25/4/2026), minyak goreng sawit kemasan premium naik dari Rp21.866 menjadi Rp21.889 per liter.
Minyak goreng sawit curah juga naik dari Rp19.532 menjadi Rp19.542 per liter.
Untuk MinyaKita turun tipis dari Rp15.899 menjadi Rp15.889 per liter.
Sementara itu, berdasarkan data Info Pangan Jakarta, minyak goreng (kuning/curah) tercatat Rp21.387/kg atau naik Rp162. Minyak goreng MinyaKita Rp16.942/liter atau naik Rp600.
Sedangkan minyak goreng kemasan premium Rp22.292/kg atau turun Rp500.
Lantas, apa penyebab harga minyak goreng kemasan naik hingga hari ini?
Menurut Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, penyebab utama kenaikan harga minyak goreng terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menyebut kenaikan tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh masalah ketersediaan minyak.
Budi Santoso menjelaskan bahwa harga minyak goreng merek MinyaKita mengalami kenaikan tipis dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 menjadi sekitar Rp15.900 per liter. Kenaikan harga minyak goreng premium lebih terasa di daerah tertentu, seperti Papua, yang dipengaruhi oleh faktor distribusi.
"Kalau harga minyak goreng MinyaKita, saya lihat di SP2KP itu Rp15.900-an ya dari Rp15.700-an HET-nya. Kalau minyak goreng premium itu terutama memang di daerah seperti Papua karena distribusinya," kata Mendag.
Selain faktor distribusi, Mendag juga menyebut kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku plastik. Ia menambahkan, pemerintah telah berkomunikasi dengan produsen minyak goreng dan industri plastik untuk memastikan produksi tetap berjalan.









