BCA Raup Laba Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026

BCA Raup Laba Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026

Ekonomi | okezone | Kamis, 23 April 2026 - 22:09
share

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama entitas anak mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun di Kuartal I-2026. Hal ini meningkat 3,8 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit,” ujar Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Kamis (23/4/2026). 

BCA juga mencatat pertumbuhan kredit sebesar 5,6 secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp994 triliun per Maret 2026.

Hendra mengatakan pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh pendanaan yang solid. Dana giro dan tabungan (CASA) tercatat mencapai Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2 YoY, dengan kontribusi sebesar 85,2 terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dari sisi penyaluran, kredit BCA didominasi oleh kredit produktif yang mencapai Rp760,2 triliun, tumbuh 7,8 YoY. 

Perseroan juga terus memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menyalurkan kredit berkelanjutan sebesar Rp258,4 triliun atau naik 10 YoY, setara 26 dari total portofolio pembiayaan.

Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh kredit UMKM yang meningkat 12 YoY menjadi Rp146 triliun. Sementara itu, pembiayaan hijau (green financing) tercatat naik 7,7 YoY menjadi Rp113 triliun, termasuk pembiayaan ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5 YoY.

 

"Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” lanjut Hendra.

Dari sisi kualitas aset, BCA menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 1,8 dan loan at risk (LAR) sebesar 5,1. Rasio pencadangan juga berada pada level kuat, masing-masing 174,6 untuk NPL dan 69,7 untuk LAR.

Sementara itu, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3 YoY. Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan layanan perbankan transaksi melalui pengembangan kanal digital dan non-digital.

Topik Menarik