IHSG Turun 2 Persen, Analis Soroti Potensi Tutup Gap di 7.300
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam pada perdagangan Kamis (23/4/2026), mendekati level krusial di tengah tekanan sentimen geopolitik, pelemahan rupiah, dan aksi jual pada saham-saham konglomerasi.
Hingga pukul 15.12 WIB, IHSG tercatat turun 1,94 persen ke level 7.395,15, usai sempat turun 2,07 persen dan menyentuh level terendah harian di 7.385,29.
Dengan ini, indeks acuan tersebut turun empat hari beruntun.
BRI Danareksa Sekuritas menilai, pada Kamis (23/4), IHSG masih berada dalam tekanan dan berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek.
Tekanan pasar dinilai belum mereda seiring ketidakpastian global yang masih tinggi.
Meski terdapat perpanjangan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah, sentimen tersebut belum cukup menenangkan pasar. Hal ini tercermin dari harga minyak yang tetap tinggi, dengan harga minyak mentah WTI berada di kisaran USD94 per barel dan Brent di USD103 per barel.
Arus Balik Lebaran 2026, Skema Tiba Bongkar Berangkat Diterapkan di Penyeberangan Sumatera-Jawa
Dari sisi domestik, pelemahan rupiah turut menjadi faktor penekan. Mata uang Garuda bergerak melemah dari kisaran Rp17.000 ke level terendah Rp17.300 per USD, dipicu kombinasi sentimen global dan arus keluar modal asing.
Selain itu, saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Grup Barito dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) besutan Sinarmas ikut membebani pergerakan indeks.
Kekhawatiran pasar terhadap potensi keluarnya saham-saham tersebut dari indeks global maupun indeks utama domestik menjadi salah satu pemicunya.
Secara teknikal, BRI Danareksa melihat IHSG menghadapi resistance kuat di area 7.650-7.750, sementara support terdekat berada di level 7.500. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan penurunan menuju area gap di kisaran 7.300-7.305.
“Selama IHSG belum mampu kembali ke atas 7.650, tren jangka pendek masih berada dalam fase bearish consolidation,” tulis BRI Danareksa. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










