Wartawan Senior Bentuk SWSI sebagai Wadah Kebersamaan!

Wartawan Senior Bentuk SWSI sebagai Wadah Kebersamaan!

Nasional | okezone | Jum'at, 17 April 2026 - 21:49
share

JAKARTA - Sekelompok wartawan senior resmi membentuk Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) sebagai wadah menghimpun potensi intelektual jurnalis berusia di atas 60 tahun yang selama ini dinilai belum terakomodasi secara optimal.

Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi mengatakan pembentukan organisasi ini berangkat dari keresahan para wartawan senior yang merasa belum mendapat ruang untuk tetap berkontribusi, meski masih produktif.

“Masih banyak yang produktif, tulisannya bagus, pemikirannya tajam, tetapi merasa tidak pernah diperhitungkan,” kata Wahyu dalam keterangannya.

Ia menilai, para wartawan senior merupakan kekuatan intelektual besar yang perlu dihimpun dan diberdayakan untuk kepentingan bangsa. Menurutnya, upaya tersebut tidak harus selalu dilakukan negara, melainkan bisa melalui inisiatif kolektif para jurnalis sendiri.

SWSI resmi berbadan hukum setelah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Administrasi Hukum Umum (AHU). Proses legalisasi disebut berlangsung cepat, kurang dari satu minggu.

Wahyu menjelaskan, cikal bakal organisasi ini bermula dari pertemuan informal para wartawan senior dalam acara buka puasa di kawasan Cikini, Jakarta. Pertemuan kemudian berlanjut di sejumlah lokasi hingga berkembang menjadi forum yang lebih serius.

Sejumlah anggota kemudian menyusun anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) serta menyiapkan deklarasi organisasi. Dari situ, SWSI resmi dibentuk sebagai perkumpulan yang mewadahi jurnalis senior.

Dalam tahap awal, kegiatan SWSI difokuskan pada saling berbagi informasi dan kepedulian antaranggota. Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan adalah penggalangan dana untuk membantu wartawan senior yang mengalami sakit.

"Baru terbentuk belum seminggu, kami mendapat kabar ada teman kami bernama Bob Iskandar yang sakit komplikasi ginjal, jantung, dan paru-paru, yang membutuhkan bantuan dana. Maka kami saweran," ungkapnya.

Selain itu, organisasi ini juga menaruh perhatian pada kondisi wartawan senior yang kurang beruntung, baik secara ekonomi maupun kesehatan.

Adapun keanggotaan SWSI dibatasi bagi wartawan berusia minimal 60 tahun dengan pengalaman panjang di dunia jurnalistik. Seleksi keanggotaan akan dilakukan untuk memastikan kredibilitas anggota.

"Memang yang berkumpul di sini secara formal nanti, dengan syarat dan keanggotaan yang ditentukan, adalah minimal harus berusia 60 tahun. Mohon maaf, ini perkumpulan, bukan perseroan terbatas. Ini perkumpulan terbatas, terbatas hanya untuk kaum sepuh yang sudah berusia 60 tahun ke atas," tuturnya.

Sementara Sekretaris Umum SWSI Budiman Tanuredjo membacakan deklarasi SWSI. Pertama, ia berkata para wartawan senior Indonesia terpanggil untuk meneguhkan keyakinan bahwa kemerdekaan pers, berpendapat, dan berserikat merupakan tiang penyangga penting dalam berdemokrasi yang dijamin oleh konstitusi.

"Dua, kami para wartawan senior Indonesia terpanggil untuk senantiasa memikul tanggung jawab moral dan melakukan kontrol sosial sehingga wajib tunduk pada kebenaran dan keadilan, serta memastikan agar suara publik tetap terdengar tanpa rintangan," ujar Budiman.

Ketiga, ia menyatakan para wartawan senior Indonesia terpanggil untuk mendayagunakan pengalaman panjang yang dimiliki, seraya tetap menjaga integritas, profesionalitas, dan kompetensi, sehingga menjadi kekuatan intelektual yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keempat, ia berkata para wartawan senior Indonesia, di tengah dinamika sosial, politik, dan budaya, serta disrupsi arus informasi dan perkembangan kecerdasan buatan, terpanggil untuk menyampaikan suara yang jujur, jernih, analisis yang tajam dan mendalam, serta pandangan yang objektif dan independen.

"Lima, kami para wartawan senior Indonesia terpanggil untuk membentuk wadah kebersamaan yang memberi ruang bagi pengalaman, kebijaksanaan, dan suara nurani wartawan agar terus menjaga marwah jurnalistik, berkontribusi melalui pemikiran yang konstruktif sebagai ikhtiar memberikan pilihan arah yang benar bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah," kata Budiman.

"Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan didorong oleh kesadaran kolektif serta tanggung jawab moral demi bangsa dan negara, maka pada hari ini kami mendeklarasikan berdirinya Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI)," pungkasnya.

Adapun para pendiri SWSI yakni Abdullah Alamudi, Banjar Chairuddin, Budiman Tanuredjo, Don Bosco Salamun, Firdaus Baderi, Heddy Lugito, Herbert, Timbo Siahaan, Husein Abdullah, Ilham Bintang, Karni Ilyas, Kemal Gani, Marah Sakti Siregar, Marthen, Selamet, Rahmi Hidayati, Suryopratomo, Toto Irianto, dan Wahyu Muryadi.

Topik Menarik