Kisah Pebulu Tangkis Lee Zii Jia, Sebut Malaysia Kuda Hitam di Piala Thomas 2026
KUALA LUMPUR – Harapan tinggi menyertai keberangkatan tim bulutangkis Malaysia ke Horsens, Denmark, untuk ajang Piala Thomas 2026 yang akan berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei mendatang. Di tengah ambisi besar untuk mengakhiri puasa gelar selama 34 tahun, bintang tunggal putra Lee Zii Jia justru menyarankan pendekatan yang lebih tenang.
Baginya, menyandang status kuda hitam tanpa beban ekspektasi berlebih justru bisa menjadi kunci sukses bagi skuad Harimau Malaya. Karenanya, ia meminta kepada skuad Malaysia untuk tidak terlalu menargetkan gelar juara.
Meskipun Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz, telah mematok target juara, Zii Jia memilih untuk bersikap realistis namun tetap optimistis. Ia menekankan pentingnya fokus pada performa di lapangan daripada terbebani oleh sejarah panjang paceklik gelar sejak terakhir kali Malaysia mengangkat trofi pada tahun 1992.
Situasi Timur Tengah Tak Kondusif, PBSI Tarik Partisipasi Thalita Ramadhani di Orleans Masters 2026
"Bagi saya, Malaysia adalah kuda hitam. Peluangnya ada, tetapi saya tidak ingin menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada diri saya sendiri,” tegas Zii Jia, melansir dari media Malaysia, New Straits Times, Jumat (17/4/2026).
1. Peran Baru Lee Zii Jia
Pada usianya yang kini menginjak 28 tahun, Zii Jia menjalani Piala Thomas kelimanya dengan situasi yang berbeda. Akibat penurunan peringkat ke posisi 82 dunia pasca cedera pergelangan kaki dan punggung yang berkepanjangan, mantan juara All England ini kemungkinan besar akan turun sebagai tunggal ketiga, di belakang juniornya, Leong Jun Hao dan Justin Hoh.
Namun, bagi pemain profesional ini, posisi di dalam tim tidak mengurangi besarnya tanggung jawab yang ia pikul.
"Selama Anda terpilih, tidak ada yang mudah. Setiap peran sangat penting. Ini bukan sekadar mencantumkan nama di dalam daftar pemain. Kami semua akan memberikan yang terbaik untuk bertarung," sambungnya.
2. Rasa Syukur atas Kepercayaan BAM
Zii Jia mengakui bahwa musim 2026 berjalan cukup berat baginya, dengan lima kali tersingkir di babak awal dari enam turnamen yang diikuti. Karena itu, ia merasa sangat berterima kasih atas kepercayaan yang masih diberikan oleh pihak asosiasi (BAM) untuk memasukkannya ke dalam skuad nasional.
Sebagai pemain senior, Zii Jia pun menyatakan kesiapannya untuk menjadi mentor bagi rekan-rekan setimnya yang lebih muda selama berada di Denmark.
"Jika mereka membutuhkan saran, saya selalu ada di sana. Saya tidak akan egois dan akan membagikan apa pun pengalaman yang saya miliki," tutup Zii Jia.
Persiapan matang telah dilakukan, termasuk menjalani sesi latihan intensitas tinggi bersama skuad nasional. Zii Jia merasa kondisi fisiknya kini jauh lebih baik dan siap mendukung strategi rotasi pemain yang akan diterapkan tim pelatih guna menjaga kebugaran tim di sepanjang turnamen. Bagi Zii Jia, kunci utamanya saat ini sederhana: tetap bebas dari cedera dan bertarung habis-habisan saat dibutuhkan.










