Pimpin Rakernas Taekwondo Indonesia 2026, Ketum PBTI Richard Tampubolon Evaluasi Total dan Bidik Tata Kelola Profesional
JAKARTA – Langkah besar menuju modernisasi organisasi olahraga beladiri dimulai. Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Taekwondo Indonesia Tahun 2026. Perhelatan strategis ini digelar di Arhotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026).
Acara yang mengusung tema "Membangun Taekwondo Indonesia Secara Profesional, Modern dan Berprestasi di Tingkat Internasional" ini dihadiri oleh 98 peserta. Jumlah tersebut mencakup perwakilan dari 64 provinsi (termasuk hasil pemekaran), 34 pengurus inti, serta jajaran Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia dari seluruh tanah air.
1. Sinergi Strategis demi Prestasi Dunia
Pembukaan Rakernas ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Letjen TNI Richard Tampubolon. Dalam sambutannya, Ketum PBTI menggemakan slogan kebanggaan, Bersatu, Berprestasi. Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada perwakilan KONI Pusat, KOI, dan Kemenpora RI yang hadir sebagai bentuk dukungan nyata bagi peningkatan prestasi atlet nasional.
Richard Tampubolon menegaskan bahwa Taekwondo Indonesia memiliki beban moral dan tanggung jawab besar untuk terus mengharumkan nama bangsa di panggung dunia. Oleh karena itu, sinergitas antara pengurus pusat dan daerah menjadi harga mati.
“Taekwondo Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar untuk terus mengukir dan mengharumkan nama Bangsa dikancah International, oleh karena itu sinergitas dan kolaborasi yang erat antara pengurus besar, pengurus provinsi serta dukungan dari KONI Pusat, KOI dan Kemenpora Republik Indonesia menjadi faktor kunci dalam mencapai target yang telah ditetapkan,” tegas Richard, dikutip Kamis (16/4/2026).
2. Evaluasi dan Target Program Kerja Konkret
Rakernas ini diposisikan sebagai forum evaluasi menyeluruh terhadap capaian tahun sebelumnya sekaligus titik penentu kebijakan prioritas ke depan. Fokus utama yang dibahas meliputi pembinaan prestasi atlet, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Ketum PBTI berharap pertemuan ini tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan mampu melahirkan terobosan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh ekosistem taekwondo di Indonesia, mulai dari wasit, pelatih, hingga para atlet.
“Melalui pelaksanaan rapat kerja nasional ini akan dihasilkan keputusan program kerja konkret, terukur dan implementatif serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan prestasi atlet, mengembangkan pelatih dan wasit serta penguatan,” pungkasnya.










