Bahaya Tersembunyi Konsumsi Makanan Terpapar Plastik, Bisa Picu Kanker hingga Gangguan Hormon
JAKARTA - Tanpa disadari, makanan yang dikonsumsi sehari-hari bisa mengandung bahan kimia dari plastik seperti PFAS dan BPA. Zat ini dapat masuk ke tubuh melalui kemasan makanan, peralatan masak, hingga lingkungan yang terkontaminasi.
Dikutip dari Verywell Health, paparan bahan kimia plastik ini dapat berdampak serius pada kesehatan, terutama jika terjadi dalam jangka panjang. Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan di antaranya:
- Meningkatkan Risiko Kanker dan Penyakit Kronis
Paparan PFAS dan BPA dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker, terutama yang berkaitan dengan hormon. Selain itu, zat ini juga berhubungan dengan berbagai penyakit kronis dalam jangka panjang.
- Mengganggu Sistem Imun
PFAS dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Paparan PFAS yang tinggi bahkan dapat memengaruhi respons imun, termasuk pada anak-anak yang terpapar sejak dalam kandungan, sehingga respons terhadap vaksin bisa berbeda.
- Merusak Organ Tubuh
Zat kimia dari plastik dapat menumpuk di organ seperti hati dan ginjal. Penumpukan ini bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan organ dalam jangka panjang, bahkan berpotensi permanen jika terus terjadi.
- Mengganggu Hormon dan Metabolisme
PFAS dapat meniru asam lemak dalam tubuh sehingga mengganggu produksi dan distribusi hormon. Sementara itu, BPA dapat meniru atau menghambat hormon estrogen yang kemudian berdampak pada metabolisme, fungsi tiroid, hingga kesehatan reproduksi.
- Berdampak pada Reproduksi dan Perkembangan
Paparan bahan kimia plastik juga berkaitan dengan berbagai masalah reproduksi, seperti gangguan kesuburan, risiko keguguran, berat badan lahir rendah, dan pubertas dini. Selain itu, paparan sejak dini juga dapat memengaruhi perkembangan anak di kemudian hari.
Bahan kimia seperti PFAS sering ditemukan pada kemasan makanan, alat masak anti lengket, serta produk tahan air atau minyak. Sementara itu, BPA banyak ditemukan pada wadah plastik, botol minum, dan kemasan makanan.
Zat-zat ini bisa masuk ke dalam makanan, terutama saat terkena panas atau digunakan dalam waktu lama. Untuk mengurangi risiko, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Menggunakan wadah kaca atau stainless steel
- Menghindari memanaskan makanan dalam plastik
- Memilih produk berlabel BPA-free
- Mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai
Paparan bahan kimia dari plastik dalam makanan bukan hal sepele. Dalam jangka panjang, zat seperti PFAS dan BPA dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, mulai dari hormon hingga organ tubuh.
Karena itu, penting untuk lebih bijak dalam memilih wadah, kemasan, dan cara mengolah makanan agar risiko paparan dapat diminimalkan.










