Pramono Akui Peran Media Sosial, Masalah Kali Ciliwung Cepat Ditangani
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai membersihkan aliran Kali Ciliwung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, setelah kondisinya viral di media sosial. Warga sebelumnya mengeluhkan kali tersebut dipenuhi endapan lumpur dan sampah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengakui viralnya persoalan di media sosial justru membantu percepatan penanganan. Ia menyadari tidak semua wilayah dapat dijangkau dengan cepat.
“Namun saya harus akui, semakin diviralkan justru semakin baik, sehingga kita bisa segera menangani. Karena tidak semua daerah bisa dijangkau dengan cepat,” ujar Pramono di DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4/2026).
Pramono menjelaskan, penanganan Kali Ciliwung saat ini difokuskan pada program normalisasi di segmen Cawang. Ia menyebut pembebasan lahan warga yang terdampak program tersebut relatif telah selesai.
“Konsentrasi untuk Ciliwung ini adalah normalisasi Sungai Ciliwung di segmen Cawang, dan alhamdulillah pembebasan lahannya relatif sudah selesai,” katanya.
5 Bek Timnas Indonesia yang Cocok Jadi Tandem Jay Idzes di FIFA Series 2026, Nomor 1 Paling Dinanti!
Selain normalisasi, dalam upaya pengendalian banjir di Ibu Kota, Pemprov DKI juga melakukan pengerukan Kanal Banjir Barat, khususnya pada segmen Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy), kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pengerukan dinilai penting karena Kanal Banjir Barat merupakan titik pertemuan aliran Kali Ciliwung dan Kali Krukut, yang kerap menghambat aliran air menuju laut.
“Dilakukan pengerukan di titik pertemuan Ciliwung dan Krukut karena menjadi salah satu penyebab air tidak cepat mengalir ke laut,” ujarnya.
Pemprov DKI menargetkan pengerukan sekitar 178.000 meter kubik di Kanal Banjir Barat dapat rampung dalam waktu satu tahun.
“Dengan demikian, saya sudah menyetujui kurang lebih 178.000 meter kubik untuk dikeruk dan diharapkan selesai dalam satu tahun,” pungkasnya.










