PSSI Akhirnya Buka Suara soal Polemik Status Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda

PSSI Akhirnya Buka Suara soal Polemik Status Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda

Terkini | okezone | Jum'at, 3 April 2026 - 15:39
share

JAKARTA – PSSI angkat bicara menanggapi isu administratif yang menimpa sejumlah pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda (Eredivisie). Melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, federasi menegaskan status kewarganegaraan para pemain diaspora seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, hingga Maarten Paes telah sah sepenuhnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sesuai regulasi hukum yang berlaku di Tanah Air.

1. Jawaban PSSI

Pernyataan ini muncul menyusul kabar adanya kendala izin kerja di Belanda bagi para pemain yang kini menyandang paspor non-Uni Eropa. PSSI menekankan persoalan yang terjadi di Eredivisie murni merupakan masalah teknis administrasi di tingkat klub dan Federasi Sepakbola Belanda (KNVB), sehingga tidak memengaruhi keabsahan mereka untuk tetap membela Skuad Garuda.

“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,” jelas Sumardji, mengutip dari laman resmi PSSI, Jumat (3/4/2026).

“Mereka banyak yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap tanah air,” tambahnya.

“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” lanjut Sumardji.

Ketua BTN, Sumardji. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)

2. Dilema Izin Kerja

Masalah mulai mencuat ketika KNVB melakukan investigasi terkait pemain-pemain yang telah berpindah kewarganegaraan, namun izin kerjanya belum disesuaikan dengan status baru mereka sebagai pemain asing (non-Uni Eropa). Empat pemain Indonesia, yakni Justin Hubner (Fortuna Sittard), Dean James (Go Ahead Eagles), Tim Geypens (FC Emmen), dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dilaporkan dilarang tampil sementara hingga status izin kerja mereka tuntas.

Hambatan utama bagi klub-klub Eredivisie adalah aturan upah minimum bagi pemain luar Uni Eropa. Berdasarkan regulasi di Belanda, pemain non-Uni Eropa wajib menerima gaji minimal 600.000 euro atau sekira Rp11,7 miliar per tahun.

 

Hal ini menjadi beban berat bagi klub-klub kecil. Sebagai contoh, Dean James di Go Ahead Eagles dikabarkan hanya menerima gaji sekitar Rp2,5 miliar per tahun.

Di tengah kemelut tersebut, Maarten Paes menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang statusnya dinyatakan aman di Liga Belanda pekan ini. Hal ini terjadi karena Ajax Amsterdam telah menyadari status paspor Indonesia milik Paes sejak awal perekrutannya di awal tahun 2026.

Sumardji pun memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pemain yang rela melepaskan berbagai fasilitas kemudahan tinggal di Eropa demi membela Merah Putih. Menurutnya, kesediaan mereka menjalani proses naturalisasi adalah bukti nyata pengabdian.

Justin Hubner. (Foto: Instagram/fortuna.sittard)

“Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda,” sambung Sumardji.

“Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita. Kami juga sangat bersyukur, bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa, misalnya Maarten Paes,” tutupnya. 

Topik Menarik