Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam Saat Nyepi 2026
JAKARTA – PT Jasa Marga Bali Tol menutup sementara operasional Jalan Tol Bali Mandara selama 32 jam dalam rangka menghormati perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang, menjelaskan, penutupan jalan tol akan dimulai Rabu, 18 Maret 2026, pukul 23.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026, pukul 07.00 WITA.
"Penutupan operasional jalan tol ini merupakan wujud penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang merupakan hari suci bagi umat Hindu di Bali," ujar I Ketut Adiputra Karang, Sabtu (14/3/2026).
Meski demikian, akses tol tetap dapat digunakan untuk kepentingan darurat, seperti kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, serta kendaraan operasional penting lainnya. Penggunaan jalan tol untuk keperluan tersebut harus disertai pendampingan Pecalang atau instansi terkait sesuai prosedur yang berlaku. Selama masa penutupan, petugas tol tetap disiagakan untuk memastikan layanan berjalan sesuai standar operasional.
Di sisi lain, PT Jasa Marga Bali Tol juga menyiapkan layanan operasional untuk menghadapi potensi peningkatan mobilitas selama libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah. Perusahaan telah membentuk Satgas Jasa Marga Bali Tol Siaga Idulfitri yang akan bertugas pada H-10 hingga H+10 Lebaran atau 11–31 Maret 2026.
Puncak arus lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara diperkirakan terjadi pada 27 Maret 2026 dengan estimasi 57.375 kendaraan melintas dalam sehari. Meskipun tol ini bukan jalur utama mudik, lonjakan wisatawan tetap menjadi perhatian karena Bali merupakan destinasi wisata utama.
Untuk mengantisipasi peningkatan trafik, PT Jasa Marga Bali Tol telah menambah dua Gardu Tol Otomatis (GTO) di Gerbang Tol Benoa yang beroperasi sejak 22 Desember 2025. Selain itu, perusahaan juga menyiagakan armada MCS, unit rescue, kendaraan derek, serta memastikan layanan operasional berlangsung 24 jam.
Pemeriksaan rutin terhadap kondisi jalan, penerangan, marka jalan, dan sistem drainase juga dilakukan guna memastikan infrastruktur tetap optimal selama periode libur panjang.
Sepanjang 2025, Jalan Tol Bali Mandara mencatat 20,27 juta kendaraan melintas. Angka tersebut meningkat 10,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata lalu lintas harian sekitar 55.863 kendaraan.
Untuk memudahkan pengguna jalan mendapatkan informasi perjalanan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga menghadirkan layanan Call Center 133 sebagai pusat informasi dan pengaduan pengguna jalan tol.
Selain itu, tersedia aplikasi Travoy yang memungkinkan pengguna memantau kondisi lalu lintas secara real time melalui CCTV, mengecek tarif tol, hingga mengetahui lokasi rest area dan rekayasa lalu lintas.









