Kisah Pebulu Tangkis Wang Zhi Yi, Sukses Memutus Rantai Kekalahan dari sang Ratu Korea di All England 2026

Kisah Pebulu Tangkis Wang Zhi Yi, Sukses Memutus Rantai Kekalahan dari sang Ratu Korea di All England 2026

Olahraga | okezone | Rabu, 11 Maret 2026 - 00:05
share

SETELAH didera rentetan kegagalan di partai puncak, pebulutangkis tunggal putri asal China, Wang Zhi Yi akhirnya menemukan penebusan di turnamen paling bergengsi, All England. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan trofi di lemari koleksinya, melainkan sebuah pernyataan mental atas dominasi yang selama ini membelenggunya.

1. Akhiri Kutukan 10 Kekalahan

Sebelum mentas di All England 2026 yang digelar pada 3-8 Maret 2026, Wang Zhi Yi membawa beban sejarah yang berat saat berhadapan dengan ratu bulu tangkis Korea Selatan, An Se Young. Statistik mencatat Wang telah menelan 10 kekalahan beruntun dari An, yang ironisnya semua terjadi di babak final.

Pertahanan rapat dan serangan balik mematikan dari An seolah menjadi teka-teki yang mustahil dipecahkan oleh Wang. Kondisi Wang pun sebenarnya tidak sedang di puncak kepercayaan diri.

Seminggu sebelum All England 2026, Wang baru saja menelan kekalahan pahit dari rekan juniornya, Han Qian Xi, di final German Open 2026. Namun, alih-alih terpuruk, Wang memilih filosofi yang berbeda. Ia menolak terpaku pada sisi negatif dan lebih memilih mengambil pelajaran positif untuk membangun performanya di Inggris.

An Se Young vs Wang Zhi Yi di All England 2026. (Foto: BWF)

2. Kekuatan Mental di Balik Reli Panjang

Di partai final, penonton disuguhi pemandangan yang tak biasa, Wang Zhi Yi yang bermain dengan determinasi luar biasa, mengejar setiap shuttle cock seolah itu adalah poin terakhir dalam hidupnya. Ia menggunakan gaya permainan An Se Young sebagai dasar untuk meningkatkan level permainannya sendiri.

Kesabaran menjadi kunci utama saat meladeni reli-reli panjang yang menguras fisik.

“Itu pertandingan yang sangat sulit. Saya hanya fokus pada strategi saya dan bermain dengan sabar. Kami memiliki banyak reli panjang, jadi saya harus bersabar dan terus bergerak,” ujar Wang, dikutip dari laman resmi BWF, Rabu (11/3/2026).

 

“Mentalitas adalah salah satu poin kunci yang saya ubah hari ini. Di pertandingan sebelumnya, saya tidak mampu bertahan hingga akhir reli panjang, tetapi hari ini saya bisa. Ini adalah salah satu hal penting yang mengarah pada hasil ini. Saya ingin belajar dari ini untuk masa depan.

Meski sempat dibayangi trauma masa lalu, di mana Wang sering kehilangan keunggulan saat sudah mencapai match point, Wang berhasil menjaga fokusnya. An Se Young sempat memberikan perlawanan sengit dengan menyelamatkan tiga match point, namun pada kesempatan keempat, Wang tidak menyia-nyiakannya.

Wang Zhi Yi. (Foto: BWF)

“Hari ini, saya tidak terganggu oleh rekor head-to-head kami sebelumnya. Saya memperlakukan ini sebagai pertandingan baru. Setiap kali saya bermain melawannya, saya mencoba untuk menantangnya. Saya berharap setiap kali saya bermain, saya dapat tampil lebih baik daripada pertandingan terakhir,” sambung Wang.

“Saya sangat gembira dan saya merasa seperti mimpi menjadi kenyataan. Sejujurnya, saya masih tidak percaya saya memenangkan pertandingan tersebut. Saya benar-benar sangat senang,” tutupnya.

Topik Menarik