Adu Kecepatan Motor Moto2 dengan Moto3, bak Bumi dan Langit

Adu Kecepatan Motor Moto2 dengan Moto3, bak Bumi dan Langit

Olahraga | okezone | Selasa, 10 Maret 2026 - 17:59
share

DUNIA balap motor Grand Prix (GP) selalu menjadi magnet bagi para pecinta kecepatan. Sebagai ajang paling bergengsi, World GP terbagi menjadi tiga kasta utama: MotoGP sebagai kelas premier, disusul oleh Moto2, dan Moto3.

Meski ketiganya berlaga di sirkuit yang sama, perbedaan teknis di antara mereka menciptakan jurang performa yang sangat lebar, terutama jika membandingkan kelas menengah Moto2 dengan kelas ringan Moto3.

Secara visual, motor Moto2 dan Moto3 mungkin terlihat serupa bagi orang awam. Namun, di balik fairing keduanya, terdapat spesifikasi yang jauh berbeda.

Moto2 saat ini menggunakan mesin produksi massal dari Triumph berkapasitas 765cc dengan tiga silinder yang mampu menyemburkan tenaga hingga 140 hp. Sebaliknya, Moto3 mengandalkan mesin prototipe 250cc satu silinder dengan tenaga yang jauh lebih kecil, yakni sekitar 60 hp.

1. Jurang Performa

Perbedaan tenaga yang mencapai lebih dari dua kali lipat tersebut berdampak langsung pada kecepatan maksimal (top speed) di lintasan lurus. Motor Moto2 mampu melesat hingga kecepatan 295 km/jam, angka yang hampir menyentuh batas bawah kecepatan MotoGP. Sementara itu, Moto3 hanya mampu mencatatkan kecepatan maksimal di kisaran 245 km/jam.

Mario Aji. Mario Suryo Aji di Moto2 (Foto: Instagram/mariosuryoaj1)

Selain mesin, regulasi mengenai bobot juga menjadi pembeda yang signifikan. Dalam kelas Moto3, kombinasi berat motor dan pembalap minimal harus mencapai 152 kg.

Angka ini jauh lebih ringan dibandingkan Moto2 yang menetapkan standar bobot minimal 217 kg untuk motor dan pembalap. Bobot yang ringan pada Moto3 memang membuat motor sangat lincah di tikungan, namun tetap tidak mampu mengejar ketertinggalan tenaga dari mesin Moto2 yang jauh lebih gahar.

 

2. Revolusi Moto3

Menariknya, dominasi mesin 250cc di kelas Moto3 yang telah bertahan sejak 2012 akan segera berakhir. Dorna Sports selaku promotor tengah merancang perubahan regulasi teknis besar-besaran yang diprediksi mulai berlaku pada tahun 2027 atau 2028.

Veda Ega Pratama melaju di Tes Pramusim Moto3 2026 (Foto: Instagram/@veda_54)

Rencana ini bertujuan untuk memperkecil jarak performa antara Moto3 dan Moto2 agar para pembalap muda tidak terlalu kaget saat naik kelas. Dalam regulasi baru tersebut, Moto3 direncanakan berganti mesin menjadi 500cc dua silinder yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 80 hp.

Tak hanya mesin, format balapan juga akan berubah menjadi one-make race (satu pemasok mesin tunggal) seperti Moto2 untuk menekan biaya operasional tim. Biaya paket motor yang saat ini mencapai 170.000 euro (Rp2,8 miliar) diharapkan bisa dipangkas drastis menjadi hanya 75.000 euro (Rp1,2 miliar) per musim.

Topik Menarik