Geliat UMK di Sekitar Tambang Raup Cuan Jelang Lebaran 2026
JAKARTA — Usaha Mikro Kecil (UMK) di sekitar wilayah tambang mencatat lonjakan permintaan di Ramadhan 2026. Hal ini memberi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar, sekaligus memperkuat produk lokal.
Pemilik usaha sirup dan jelly candy berbahan jeruk kunci khas Bangka Belitung, Hera mengatakan bahwa meningkatnya pesanan membuat proses produksi lebih terorganisir dibandingkan sebelumnya.
“Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, Pelaku UMK pengolah wastra khas Sumatra Selatan menjadi tas etnik, Rosi Fitriani mengungkapkan bahwa pendampingan membuatnya lebih percaya diri menembus pasar nasional dan internasional.
“Pendampingan membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri,” kata Rosi.
Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan bahwa pembinaan UMK merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, maka produk daerah tidak lagi berhenti sebagai komoditas lokal. Ia bisa naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih luas, bahkan global,” ujar Dany.










