Proyek Jalan Rp1,3 Triliun di Kawasan Inti IKN Capai 65 Persen
JAKARTA — Proyek peningkatan jalan Kawasan West Residence di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 65,8, melampaui target rencana sebesar 60,6, atau mengalami percepatan sebesar 5,2 hingga Maret 2026. Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium PT PP–MWT–SBS (KSO) dan resmi dimulai sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 29 Juli 2024, dengan nilai kontrak sekitar Rp1,3 triliun.
PTPP berperan aktif dalam memastikan pelaksanaan konstruksi berjalan optimal, dengan mengedepankan standar keselamatan kerja, kualitas konstruksi, serta ketepatan waktu penyelesaian.
Proyek ini mencakup pembangunan infrastruktur jalan kawasan yang terintegrasi dengan utilitas, sistem drainase, pedestrian, serta penataan ruang terbuka hijau di Kawasan IKN. PTPP bersama konsorsium KSO menerapkan berbagai inovasi konstruksi dan optimalisasi logistik untuk menjaga percepatan progres di tengah tingginya aktivitas pembangunan di kawasan ibu kota baru.
Selain mendukung pengembangan infrastruktur IKN, proyek ini memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui penyerapan sekitar 600 tenaga kerja, keterlibatan mitra kerja dan subkontraktor, serta penggunaan material konstruksi dalam jumlah besar yang mendukung rantai pasok sektor konstruksi.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan bahwa pencapaian progres yang melampaui target menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional.
“PTPP terus berkomitmen menghadirkan kualitas konstruksi terbaik serta memastikan proyek strategis nasional di Ibu Kota Nusantara dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat bagi pengembangan kawasan serta konektivitas di masa depan,” ujar Joko, Selasa (10/3/2026).
Dengan pencapaian ini, PTPP optimistis pembangunan Jalan Kawasan West Residence akan segera mendukung mobilitas dan konektivitas di kawasan inti pemerintahan IKN, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu kontraktor utama pembangunan ibu kota baru Indonesia.










